Senin, 04 Desember 2017


RIBUAN tenaga kerja bongkar muat (TKBM) pelabuhan melakukan aksi mogok kerja di Pelabuhan PT Petrokimia Gresik dan Pelabuhan PT Maspion Gresik. 

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes menolak revisi keputusan Menteri Perhubungan nomor 35 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolahan Pelabuhan. 

Bagi TKBM keputusan itu dinilai merugikan, dan mengancam keberlangsungan usaha (koperasi) yang didirikan oleh tenaga kerja bongkar muat pelabuhan. 

Imbas dari aksi itu, sempat menyebabkan arus lalu-lintas di Jalan Gubernur Suryo, dan Jalan Raya Roomo Manyar Gresik.

Sambil berorasi, mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan 'Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Gresik Menolak atas Revisi SKB Dirjen Perhubungan Laut'. 

"Kami memprotes revisi keputusan Menhub mengenai pengelolahan pelabuhan yang dampaknya mengancam keberadaan koperasi yang telah berdiri puluhan tahun," ujar HM.Tohir selaku pengelolah koperasi TKBM, Senin (4/12).

Menurut HM.Tohir, jika revisi keputusan Menteri Perhubungan nomor 35 tahun 2007 diberlakukan. Hanya menguntungkan pemilik modal. Sebab, buruh hanya dijadikan sebagai pekerja. Lain halnya kalau ada koperasi karena lebih manusiawi. Pasalnya, buruh tidak sekedar menjadi pekerja tetapi sekaligus menjadi pemilik perusahaan.

"Intinya kami menolak revisi yang dikeluarkan Menhub karena merugikan tenaga kerja bongkar muat," tandasnya.

Usai menajalankan aksinya, ribuan pekerja yang tergabung dalam TKBM Gresik membubarkan diri dengan tertib. Aksi yang dilakukan para TKBM juga mendapat pengawalan dari aparat Polres Gresik.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar