Selasa, 12 Desember 2017

RELAWAN gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Tim TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur relawan masyarakat mefokuskan kegiatan penanganan tanggap darurat bencana dengan kegiatan melakukan evakuasi ratusan warga terdampak tanah retak di Dusun Tegal, Desa Mangunharjo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Komandan Tanggap Darurat Bencana Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang mengatakan bahwa evakuasi tersebut dilakukan untuk mengantisipsi timbulnya korban jiwa jika terjadi longsor dari bukit atas perkampungan warga.
 
Retakan tanah di kawasan tersebut diketahui akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut, sehingga menimbulkan retakan mencapai satu meter pada Minggu sore.

Namun keretakan bertambah menjadi dua meter sehingga sebanyak 45 warga dari RT/RW I/VI dan RT 2/VI sebanyak 45 jiwa dari total 303 warga Dusun Tegal sudah di evakuasi menuju tempat aman, yakni di Balai Dusun Tegal Desa Mangunharjo, Pondok Roudhoh Al Hikam Desa Mangunharjo dan Kantor Pemerintah Desa Mangunharjo.

Jumlah warga yang mengungsi terus bertambah seiring proses evakuasi yang terus dilakukan tim SAR gabungan setempat dibantu relawan dan warga hingga larut malam dan dilanjutkan pada Senin (11/12).

"Evakuasi pada hari ini, Senin (11/12) dilakukan mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul13.45 WIB di  RT 01, 02 dan 03 RW VI Dusun Tegal, kami mengevakuasi total Pengungsi 260 jiwa 99 KK," katanya.

Dia mengatakan bahwa petugas evakuasi berasal dari Kodim 0801/Pacitan, Polres, BPBD, relawan dan Yonif 511. "Tempat pengungsi dipusatkan di Ponpes Roudhoh Al Hikam Jalan Wilis nomor 1 Dusun Krajan, Desa Mangunharjo, selain itu untuk posko logistik dan dapur umum dirumah Sekdes Ihwan Setiyono dan Sumardiono Dusun krajan, Mangunharjo," jelasnya.

Aristoteles mengungkapkan bahwa pihaknya menerjunkan setidaknya 774 relawan dari TNI-Polri yang terdiri dari unsur Kodim 0801/Pacitan sebanyak 280 personil, Kodim 0802, 0803, 0804, 0805, 0806, 0807, 0808, 0809 dan Kodim 0810.

"Juga dari Yonif 511/DY, Yonmek 521/DY, Yonzipur 5, Denzibang, Yonmek 516/CY, Den Inteldam V Brawijaya, Tim Intel Korem 081, Denkes Madiun, dan Polres Pacitan, selain itu 334 lainnya adalah dari masyarakat dan BPBD Pacitan, sehingga total relawan sampai hari ini berjumlah 1.118," ungkapnya.

Selain melakukan evakuasi warga, kata Aris, pihaknya juga masih melanjutkan rehabilitas 17 rumah akibat bencana alam banjir di Dusun Krajan, Kelurahan Ploso, Pacitan.

"Saat ini kondisi fisik bangunan bervariasi, 30 persen, 40 persen hingga 45 persen, serta kondisi perbaikan tanggul yang jebol telah mencapai 50 persen, terus dikerjakan pagi, siang dan malam," tandasnya.

Tak hanya perbaikan rumah penduduk, jelang berakhirnya masa tanggap darurat bencana di Pacitan, tim gabungan yang tergabung dalam Satuan kerja Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana juga melanjutkan kegiatan pemulihan kebersihan sampah dan lumpur di kanan kiri ruas badan jalan, pengisian pasir dantanah ke dalam karung untuk pembuatan tanggul sungai.

"Kami juga terus membersihkan longsoran yg masih menutupi badan jalan, bersama PLN melanjutkan perbaikan normalisasi sarana penerangan di wilayah dan melaksanakan Baksos pengobatan gratis terhadap warga yang sakit pasca terjadinya bencana alam," pungkasnya. 




Info dan foto: www.pacitanku.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar