Rabu, 13 Desember 2017

RATUSAN massa dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Alun-alun Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/12).

Mereka kembali menuntut agar rencana pendirian pabrik Indocement dihentikan. Berbagai spanduk penolakan pabrik semen dibentangkan, sedangkan massa dari ibu-ibu duduk berdiam di jalanan dengan mengenakan caping bertuliskan tolak pabrik semen.

"Usir Indocement dari Pati. Selamatkan Kendeng, tolak pabrik semen. Batalkan izin PT SMS di Pati," begitu tulis di salah satu spanduk.

Koordinator lapangan, Bambang Sutiknyo menyampaikan, ada sejumlah tuntutan dalam aksi yang dikemas orasi, tembang, dan teatrikal tersebut.

Pertama, mereka meminta kepada bupati agar tidak memperpanjang izin lingkungan untuk pabrik semen PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) yang telah berakhir pada 8 Desember 2017.

Kedua, mereka meminta klarifikasi pernyataan bupati Pati pada saat pertemuan di Wisma Perdamaian Semarang, yang menyatakan bahwa masyarakat Kabupaten Pati yang melakukan aksi demo tolak pabrik semen merupakan orang bayaran.

Dalam aksinya, massa menilai pabrik semen akan merusak lingkungan. Mereka juga meminta kepada pemerintah untuk memajukan daerah Pati melalui sektor nontambang.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar