Selasa, 05 Desember 2017

MASYARAKAT pengguna gas bersubsidi 3 kg, dibuat pusing dengan adanya kelangkaan gas, sepekan terakhir dan sudah berlangsung hampir merata di Kota dan Kabupaten Bogor. Kondisi ini membuat masyarakat tidak bisa memasak.

Sarijah 38, warga Pamoyanan, Bogor Selatan, Kota Bogor menuturkan, kelangkaan merata hingga di pangkalan resmi.  Kalau disini, sudah empat hari terakhir, gas kosong. Kita mau masak nggak bisa," kata ibu dua anak ini Selasa (5/12).

Warga menurut Sumiati 27, satu warga lain mengaku, mereka kesulitan mendapat gas 3 kg, baik di tingkat pengecer sampai agen, karena gas kosong. Guna mendapat gas untuk memasak, warga terpaksa mencari ke wilayah kecamatan lain.

"Kami warga berkeliling kampung, bahkan sampai ke kecamatan lain. Ternyata sama aja. Tak ada satu pun warung maupun agen yang menjual gas. Jawaban kosong terus," paparnya.

Kelangkaan ini juga dikeluhkan pemilik warung bernama Sulastri. "Kasihan ibu-ibu, jauh-jauh mana sambil nenteng gas kosong nggak tahunya pada habis," ungkap Sulastri, warga lainnya.

Selain di Kota Bogor, kelangkaan gas 3 kg juga terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Bogor seperti di Kecamatan Tamansari, Cijeruk, Cigombong, Ciawi, Sukaraja, dan Cileungsi.

"Ada warung yang ada gas, tapi harga dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp25 ribu dari harga agen Rp16 ribu. Yang jual pakai motor, sambil nawarin yang butuh gas. Karena butuh, harga tinggi juga terpaksa saya beli," ujarnya.  



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ferry. 

0 komentar:

Posting Komentar