Kamis, 07 Desember 2017

PEMKAB Serang, Banten telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) wabah difteri sejak 6 Desember kemarin. Status KLB tersebut ditetapkan setelah adanya 12 kasus difteri, dua orang diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, KLB kasus difteri ditetapkan oleh Bupati Serang per tanggal 6 Desember 2017 setelah adanya peningkatan jumlah kasus dari tahun sebelumnya. Dari 12 kasus yang terjadi di Kabupaten Serang, 9 diantaranya sudah sembuh, satu masih dalam proses perawatan, dan dua orang meninggal dunia.

"Tahun kemarin hanya 7 kasus difteri," kata Sri kepada wartawan, Kamis (7/12).

Kasus difteri ini terjadi di Kecamatan Kragilan, Ciruas, Lebak Wangi, Jawilan,  Baros, dan Padarincang. "Untuk kedua korban meninggal merupakan warga Jawilan dan Padarincang," ujarnya.

Untuk menangani wabah difteri, Dinkes langsung melakukan outbreak response immunization kepada warga untuk umur 1-18 tahun.

"Imunisasi ini dilakukan setelah dilakukan pemantapan dengan tingkat Provinsi Banten pada minggu depan. Setelah itu, dilakukan persiapan di tingkat kabupaten sampai ke kecamatan untuk pelaksanaan imunisasi," jelasnya.

Dikatakan, difteri termasuk wabah menular. "Tapi, dengan daya tahan tubuh yang kuat, orang yang melakukan kontak langsung tidak akan tertular. Itu tergantung daya tubuhnya," ujarnya.




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar