Kamis, 07 Desember 2017

RENCANA sandar kapal Centaurus Dream di jetty PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) berujung pada insiden kerusakan badan kapal berbendara Jepang tersebut pada Kamis (7/12) dini hari tadi di perairan Ciwandan.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Banten mengungkapkan, kapal cargo curah muatan bijih besi (iron ore) seberat 176.772 metrik ton per kubik tersebut kandas lantaran sulit melakukan pergerakan sandar akibat kekuatan arus laut.

"Informasi yang saya terima dari master Centaurus Dream melalui statement of facts, kegiatan pemanduan sebagai advisor sudah berjalan. Pernyataan master, saat itu arusnya cukup kuat, sehingga kapal terbawa arus ke perairan dangkal, akhirnya kapal itu kandas," ungkap Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Klas I Banten, Thomas Chandra.

Dipaparkan, saat kejadian kapal produksi tahun 2013 itu langsung dipandu oleh Kapten Masduki dari PT KBS dengan bantuan jasa tunda dari tiga kapal tug boat milik PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) yakni tugboat Cipala, Gunung Batur, Martha Green. Kapal bertolak dari Port Hedland Australia Barat menuju jetty PT KBS dengan bahan muatan material pesanan PT Krakatau Posco.

Pihaknya belum dapat memastikan dampak kerusakan yang dialami kapal sepanjang 291 meter tersebut. Lebih jauh pihaknya juga belum dapat memastikan apakah insiden itu turut dipicu oleh miskoordinasi antara kapten pandu dan kapal tunda.

"Kalau kapal itu kandas, nanti kita cek tangki-tangkinya. Kalau naik, berarti sudah ada kebocoran. Kalau air itu tidak sampai naik ke tangki-tangki ballast, berarti tidak ada kebocoran. Tapi kalau kapal yang kandas, pasti miring, makanya saat ini kita masih menilai secara logika dulu. Nanti kita panggil agennya, dan PT KBS," terangnya.

Sementara Sekretaris Perusahaan PT KBS, Dedi Juanda mengatakan rencananya kapal Centaurus Dream akan sandar di dermaga enam PT KBS untuk aktivitas bongkar muat. "Memang pandu kapal itu menggunakan jasa KBS, hanya sebatas pandu saja. Sedangkan tanggungjawab, ada di master, nahkoda kapal," katanya melalui sambungan telepon.

Lebih jauh dirinya menyerahkan insiden tersebut ke KSOP Klas I Banten. "Secara detilnya (insiden kapal kandas) ada di KSOP semua yang sekarang lagi survei. Karena kejadiannya di perjalanan, belum masuk ke dermaga KBS," tandasnya.



Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar