Kamis, 07 Desember 2017

MESKI 25 korban meninggal akibat terseret banjir dan tertimbun longsor sudah ditemukan. Namun bukan berarti Pekerjaan Rumah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, Jawa Timur masih mempunyai Pekerjaan Rumah (PR).

Salah satunya, pembersihan lumpur bekas banjir luapan air sungai Grindulu Selasa (28/11) lalu. Karena jalan masih tertutup lumpur bekas banjir.

Akibatnya, banyak pengendara yang jatuh karena licinnya jalan. Selain itu, banyaknya lumpur dan debu, mengakibatkan pengguna jalan rentan terkena penyakit. Sebut saja batuk, pilek, dan sesak nafas. Karena menghirup debu yang berterbangan.

Sampai saat ini, tiga mobil damkar dan dua tanki mobil pengangkut air milik Pemkab Pacitan masih terus berupaya membersihkan lumpur. Dengan cara menyemprot air.

"Tujuannya biar jalan bersih. Lalu biar tidak licin. Terakhir biar tidak debu. Tidak terkena warga yang melintas," Muh Hariyanto, Kanit Damkar Kabupaten Pacitan, Kamis (7/12).

Soalnya, lanjut dia, menimbulkan penyakit batuk, pilek dan pernafasabn. Jadi dibersihkab agar meminimkan penyakit untuk warga Pacitan. "Ini mulai bersih bersih mulai sabtu, Minggu, Senin dan sampai saat ini belum kelar jadi ini terus bersih-bersih sampai tidak ada penugasan kembali," terangnya.

Dia mengaku, belum bisa memastikan kapan pembersihan jalan berakhir. Sebab jalan protokol dan jalan penghubung kecamatan masih banyak tertutup tanah lumpur bekas banjir.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.


 

0 komentar:

Posting Komentar