Kamis, 07 Desember 2017

DINAS Kesehatan Provinsi Jawa Barat, akan menggelar imunisasi serentak untuk anak usia satu hingga 19 tahun terkait upaya pencegahan wabah difteri di lima kabupaten/kota dan diperkirakan ada sekitar 3.629.178 anak usia 1-19 tahun yang menjadi sasaran program imunisasi serentak ini.

"Terkait dngan kondisi tersebut, maka Insha Allah mulai minggu depan akan dilaksanakan ORI atau Outbreak Respon Imunization kepada semua anak mulai satu sampai 19 tahun yang ada di Jawa Barat," kata Kepala Seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Jawa Barat, dr Yus Ruseno, di Bandung, dilansir dari Antara, Kamis (7/12).
 
Keputusan untuk menggelar imunisasi serentak itu merupakan hasil rapat Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, kemarin.

Jumlah kasus penyakit difteri yang tercatat hingga 4 Desember 2017 di Jawa Barat ialah mencapai 116 kasus dengan 13 kematian anak. Sementara hingga Kamis ini, jumlah kasus difteri di Jabar menjadi 123 kasus dan belum ada korban tambahan.

Daerah yang paling banyak penderita difteri di Jawa Barat adalah di Kabupaten Purwakarta dan Karawang dengan rincian Kabupaten Purwakarta dari 21 menjadi 27 kasus dan Kabupaten Karawang semula 13 menjadi 14 kasus.

Yus Ruseno menjelaskan, dengan adanya penambahan kasus tersebut dikarenakan pasien dirawat di rumah sakit swasta dan telat melaporkannya pada dinas kesehatan setempat.

"Dan untuk Provinsi Jawa Barat pelaksanaan ORI akan digelar di Karawang, Purwakarta, Depok , Kota dan Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Menurutnya, imunisasi masal tersebut akan dilakukan tiga kali perorangnya yakni 016 yakni imunisasi pertama, lalu setelah satu bulan diimunisasi lahir, terakhir setelah enam bulan untuk dapat kekebalan yang sempurna.

Selain itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat terus menelusuri jejak penyebaran penyakit difteri atau infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit di wilayah.

"Kami terus menelusuri jejak penyebaran penyakit difteri di Jawa Barat, kemudian mengobati para penderitanya secepat mungkin," ungkapnya.

Seharusnya, penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini tidak muncul kembali di Provinsi Jawa Barat, karena telah diantisipasi melalui vaksinasi.

Yus mengatakan, sejak awal 2017 sampai Rabu (6/12), terdapat 123 kasus difteri di Jawa Barat dan jika muncul satu kasus difteri saja di Jawa Barat maka dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Berdasarkan data, daerah dengan jumlah kasus difteri tertinggi di Jawa Barat adalah Kabupaten Purwakarta dengan 27 kasus, Kabupaten Karawang 14 kasus, Kota Depok 12 kasus, Kota Bekasi 12 kasus, Kabupaten Garut 11 kasus, Kota Bandung tujuh kasus. Sisanya, tersebar di 14 kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat.




Info dan foto: www.jabarmedia.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar