Kamis, 02 November 2017


BELASAN warga Kudus yang tergabung dalam Lembaga Aspirasi Publik menggelar aksi unjuk rasa menuntut penghentian eksploitasi air Pegunungan Muria, Kamis (2/11) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah.

Dalam aksinya mereka melakukan aksi jalan mundur sambil menarik truk tangki mainan. Aksi ini sebagai simbolik, karena selama ini truk tangki yang selalu berlalu-lalang mengangkut air dari Pegunungan Muria.

Aksi jalan mundur dilakukan mulai depan pendapa Kabupaten Kudus mengelilingi Simpang Tujuh. Kemudian masa melanjutkan aksinya dengan jalan mundur di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
 
Koordinator aksi, Achmad Fikri mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk protes kepada pemerintah yang tak kunjung menghentikan aktivitas eksplotasi air pegunungan. Padahal usaha tersebut sudah dianggap ilegal.

"Jalan mundur ini sebagai simbol kemunduran aturan, yang mana tak segera mengeksekusi eksploitasi air pegunungan," katanya.

Menurut dia, pemerintah memang telah melakukan penyegelan terhadap sejumlah lokasi pengambilan air Gunung Muria. Namun ia menuding, penyegelan tersebut tak efektif, lantaran tak ada penindakan lebih lanjut.

"Ini bisa dilihat dari sejumlah tempat yang sudah disegel nyatanya juga masih beroperasi," ujarnya. 

Ia memastikan, pihaknya akan terus menyuarakan untuk mendesak pemerintah bertindak tegas. Pihaknya akan terus mengawal hingga ekploitasi air Pegunungan Muria benar-benar dihentikan.

"Kami melindungi hak-hak petani, air bukanlah untuk dijualbelikan, melainkan untuk kebutuhan bersama," pungkasnya.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar