Jumat, 10 November 2017


RIBUAN buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sudah tiba di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan, Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, (10/11).

Demo yang digelar bertepatan dengan Hari Pahlawan ini bertujuan untuk menolak upah minimum provinsi (UMP) murah, mereka menuntut khusus DKI Jakarta UMP sebesar Rp 3,9 juta/bulan.

Muhammad Rusdi, Deputi Presiden KSPI mengklaim akan ada 30 ribu buruh yang akan bergabung hari ini dari berbagai daerah termasuk Bekasi, Karawang, Bogor, Tangerang bahkan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia menyebut aksi mereka akan dimulai setelah menjalankan Salat Jumat di Jalan Merdeka Selatan dan dilanjutkan aksi di depan Balaikota DKI Jakarta serta Istana Merdeka.

Dalam aksi di Balaikota mereka menuntut agar Pasangan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno segera merevisi penetapan UMP DKI yang telah ditetapkan minggu lalu sebesar Rp 3.648.035 menjadi Rp 3,17 juta.

"Kami meminta agar janji-janji politik mereka untuk mensejahterakan kaum buruh Jakarta harus ditepati kalau tidak mereka merupakan gubernur yang ingkar janji dan penghianat bagi kaum buruh Jakarta," kata Rusdi kepada wartawan didepan Balaikota DKI, Jakarta Pusat, (10/11).

Mereka berharap kepada Anies-Sandi agar mensejahterakan buruh dengan menetapkan UMP yang wajar. Rusdi mengatakan, upah buruh khususnya DKI telah hancur saat dibawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saeful Hidayat.

"2013-2014 DKI Jakarta hanya naik 10 persen disaat Bekasi dan Karawang naik 22 persen sehingga pada tahun 2015-2016-2017 lebih rendah dari Karawang dan Bekasi sungguh aneh di saat kebutuhan di Jakarta lebih tinggi tapi upah lebih rendah," tandasnya.



Info dan foto; www.poskotanews.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar