Kamis, 09 November 2017


TERKENA alat berat pembuatan crossing, pipa milik PT Aetra, di Jalan Warakas 1, Gang 21, RT 01/01, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara jebol.

Meski bolongnya hanya berdiameter sekitar 4 inc, air sempat menggenangi jalan, selain itu juga mengakibatkan gardu listrik yang ada di sekitar lokasi meledak sebanyak dua kali.

Akibatnya sejumlah wilayah yang ada ditiga kelurahan seperti kelurahan Warakas, Papanggo dan Tanjung Priok sempat mengalami pemadaman listrik. Bahkan salah satu RW 01, baru nyala sekitar pulul 12.00.

Lurah Warakas, Sri Suhartini, mengatakan musibah meledaknya gardu listrik di pada Rabu (8/11) sekitar pukul 23.00. Saat ini sejumlah petugas dari Sudin Tata Air, Pemkot Jakarta Utara sedang melakukan pekerjaan pembuatan crossing di Jl Warakas 1 RT 016/01, Kelurahan Warakas.

"Namun baru berjalan sekitar dua jam pekerjaan ini dilakukan bagian ujung alat berat borpile mengenai pipa air bersih berdiameter 4 inc. Tak ayal, pipa yang ditanam di kedalaman sekitar 2 meter ini pun pecah dan air bersih mengalir deras. Bukan hanya itu saja, kabel listrik milik PLN juga terputus dan akibatnya terjadi korsleting listrik dan terjadi ledakan dua kali," terang Sri Suhartini.

Akibatnya selain air sempat meluber di saluran air yang ada di depan SMAN 18, sejumlah RW yang ada di tiga kelurahan sempat mengalami pemadaman. Namun, petugas PLN dan warga begitu cepat mengatasi sehingga pemadakan tidak terjadi lama.

Sementara itu, Jarwo, ketua RT 01/01, Kelurahan Warakas mengatakan, selama ini di wilayahnya masih terkendala adanya pembutan saluran air. Sebab saluran yang ada selain sempit juga tidak mampu menampung air, akibatnya pada pada tahun 2014 lalu sempet terjadi banjir dengan ketinggian air sekitar 1 meter.

"Makanya atas kondisi ini kami warga mengusulkan agar dibuatkan crosing dalam upaya mengatasi genangan dan banjir. Usulan ini memang sudah kami lakukan beberapa kali dan baru saat ini relisasikannya," terang Jarwo.

Ketua RT ini juga berharap dalam pembuatan crosing ini agar lebih lebar sekitar 2 m, mengingat saluran di wilayahnya ini merupakan salah satu saluran utama dari beberapa wilayah. Makanya jika terlalu kecil dikhawatirkan tidak akan dapat menampung air sehingga akan menggenangi pemukiman warga.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar