Rabu, 08 November 2017


PULUHAN massa yang mengatasnamakan diri Komunitas Pemuda Pemerhati Lingkungan (KPPL) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Pati, Rabu (8/11).

Mereka mengadu terkait dengan penambangan di kawasan Pegunungan Kendeng, Desa Slungkep, Kecamatan Kayen yang dilakukan CV Berkah Alam Asri. Penambangan di kawasan tersebut dinilai merusak lingkungan.

Salah satu peserta aksi, Suharno mengatakan, KPPL sudah beberapa kali melakukan aksi dan audiensi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada respons dari pihak terkait.

Karena itu, KPPL melakukan aksi unjuk rasa dan audiensi kepada anggota DPRD Pati supaya aspirasi mereka diterima. "Kami meminta kepada anggota DPRD Pati yang membidangi untuk menghentikan dan menutup tambang tersebut," ujar Suharno.

Menurut dia, aktivitas tambang di Gunung Kendeng berdampak serius terhadap keberlangsungan lingkungan, seperti bencana banjir bandang pada musim penghujan.

Selain itu, kendaraan tambang yang lalu lalang di jalan mengotori dan mengganggu pengguna jalan. "Dampak tambang sangat luar biasa merusak lingkungan," jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Pati Bambang Santosa yang menemui massa akan mencatat semua aspirasi untuk disampaikan kepada Komisi C DPRD Pati. Sebab, semua anggota DPRD Pati saat ini tengah menjalankan reses.

"Reses sudah diagendakan di banmus, dimulai dari Minggu sampai Rabu ini. Saya sudah sampaikan beberapa agenda yang ada di DPRD Pati. Jika ingin menyampaikan aspirasi, kalau ada waktu yang panjang biar bisa diagendakan anggota DPRD," pungkasnya.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.



0 komentar:

Posting Komentar