Senin, 20 November 2017

RIBUAN guru honor SD, SLTP dan SLTA di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (20/11) pagi berunjuk rasa minta Bupati Indramayu Hj.Anna Sophanah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Guru Honor.

Pengunjuk rasa sejak pagi pukul 07:00 WIB sudah berdatangan ada yang naik sepeda motor ada juga yang menyewa kendaraan. Hari Senin (20/11) tidak mengajar, tetapi berkumpul di halaman GOR Darma Ayu Indramayu guna menunggu rekan-rekan sesama guru untuk bersama-sama berunjuk rasa menyampaikan aspirasi kepada Bupati Indramayu, Hj.Anna Sophanah.

Para pengunjuk rasa itu adalah biasa disapa Pak Guru dan Ibu Guru Non PNS. Sebagian besar bekerja sebagai tenaga pengajar atau guru di sekolah negeri di semua tingkatan. Dari mulai SD, SLTP hingga SLTA.

Menurut Edy, 24 sudah lama menjadi guru honor di SDN. Tetapi nasibnya tidak jelas. Sebulan hanya menerima honor Rp250 ribu, jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten. "Honor sebulan sama sekali tidak cukup untuk menutupi biaya transport pulang – pergi mengajar," katanya.

Upah sebesar Rp250 ribu sebulan tidak cukup untuk makan atau biaya hidup. Apalagi bila si guru honor sudah berkeluarga, uang honor yang didapat sebulan hanya cukup untuk biaya hidup selama 3 sampai 5 hari.

Padahal ia sudah lebih dari 5 tahun mengajar di SDN. Walaupun masa tugas sebagai guru honorer cukup lama, namun guru honor baru jumlahnya disamakan dengan guru honor baru. Silih berganti guru SDN memasuki pensiun karena usia tua. Namun sekolah tetap tidak mau mengangkat guru PNS yang baru. Hingga akhirnya jumlah guru honor makin bertambah banyak.

"Di kita ini kadang aneh, sebutan sekolahnya saja negeri, tapi gurunya bukan PNS," kata Susi,26 pendemo yang lainnya. Ia mengajar di salah satu SD di Kabupaten Indramayu yang memiliki jumlah 9 guru. Dari jumlah itu guru PNS nya hanya 2 orang. Sebagian besar atau 7 orang guru lainnya berstatus honorer.

Karena nasib para guru honorer tidak menentu alias terkatung-katung, ribuan guru honorer berunjuk rasa ke gedung DPRD Indramayu memperjuangkan nasib mereka. "Kami minta dibuatkan SK Guru Honor oleh Bupati Indramayu, karena sudah lama mengajar dan belum diangkat menjadi PNS," ujar guru yang lain.

Suasana di lokasi unjuk rasa depan Gedung DPRD Indramayu di Jalan Sudirman Indramayu macet total. Petugas Polantas Polres Indramayu mengalihkan semua rute kendaraan guna menghindari massa pengunjuk rasa yang tengah menyampaikan aspirasinya di depan Wakil Rakyat.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar