Senin, 20 November 2017


 

GEROMBOLAN rampok yang beraksi di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae berhasil menyikat habis perhiasan dan surat-surat berharga. Jika ditotal, semua barang yang digasak mencapai Rp 100 jutaan.

Afrodhi (51) saksi sekaligus korban perampokan mengatakan, ia bersama istri baru saja mengambil perhiasan yang sempat digadaikan di pegadaian pekan lalu. Apesnya, semua perhiasan sekaligus tabungan matinya tersebut diambil semua tanpa sisa, beserta surat-surat berharga.

"Perhiasan itu baru kami tebus dari pegadaian. Semua diambil tanpa sisa," katanya. 

Ia menjelaskan, rampok tersebut mengambil semua perhiasan setelah melakukan penganiayaan. Ia dan istri dipaksa menunjukkan semua tempat penyimpanan barang berharga.

"Meski sempat melakukan perlawanan, tapi sia-sia. Baik saya dan istri semua kena pukul. Akhirnya istri saya menunjukkan tempat penyimpanan barang-barang berharga," tegasnya. 

Afrodhi menceritakan, saat perampok masuk, dia dan istrinya sedang tidur terlelap. Ia baru sadar rumahnya dimasuki rampok saat terbangun melihat mengetahui lampu rumahnya menyala. Padahal sebelum tidur lampu itu sudah dimatikan.

"Saya kaget melihat rumah sudah terang. Kemudian saya ke luar melihat keadaan, ternyata sudah ada segerombolan orang yang masuk ke dalam kamar saya," katanya.

Mengetahui ada orang tak dikenal masuk rumah, ia mencoba memberikan perlawanan. Namun dengan jumlah perampok yang lebih banyak, dia tak kuasa melawannya sendiri meskipun berada dalam rumahnya.

"Perampok berjumlah empat orang, jadi saya tak bisa melawannya sendirian. Keempatnya menggunakan penutup kepala," ujarnya.

Dia menyebutkan, kawanan perampok tersebut beraksi cukup lama di rumahnya. Perampokan tersebut menggasak sejumlah perhiasan milik pasangan suami istri dan uang senilai jutaan rupiah.

"Pelaku masuk lewat pintu jendela depan rumah dengan cara mencongkelnya. Karena saat saya cek sudah rusak," imbuhnya.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit. 

0 komentar:

Posting Komentar