Rabu, 22 November 2017


PELAJAR asal Desa Kedumulyo, Pati, Jawa Tengah, Yoga Wijaya Tri Risky (15) mendadak dihampiri segerombolan pemuda saat nongkrong di depan toko bangunan, Jalan Kayen-Sukolilo, Selasa (21/11) malam.

Para pemuda yang memakai cadar tersebut tiba-tiba menanyakan asal desa Yoga. Namun, dia diam saja tidak menjawab pertanyaan para pemuda bercadar tersebut.

Tanpa banyak tanya lagi, sejumlah pemuda bercadar lainnya yang turun dari sepeda motor mengeluarkan pedang dan menyabet tubuh Yoga. Tak hanya itu, Yoga juga dikeroyok pemuda bercadar lainnya.

David Fajar, teman Yoga yang ikut nongkrong melarikan diri karena ketakutan. Sementara Yoga yang sudah terkena sabetan pedang dan dikeroyok pemuda bercadar berhasil menyelamatkan diri.

"Korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di bagian punggung, pinggang dan jari tangan. Selanjutnya, korban dilarikan di RSUD Kayen dan dirawat jalan," ujar Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono, Rabu (22/11).

Dari informasi yang diterima, setiap momen menjelang perayaan Meron di Sukolilo, pemuda antarkelompok dari Dukuh Bombong, Baturejo dengan Desa Kedumulyo kerap bermusuhan.

Penjagaan yang ketat di area Meron dan sekitarnya yang ketat membuat pelaku sering mencari lokasi lain untuk berkelahi. "Kebiasaan jelang tradisi Meron memang mereka sering bermusuhan," ucap Iptu Supriyono.

Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami kasus. Dia berharap, pelaku penganiayaan segera tertangkap untuk diproses secara hukum.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ferry. 

0 komentar:

Posting Komentar