Rabu, 22 November 2017


PASCA pemasangan plang pengumuman, penyidikan dan pengawasan yang dilakukan oleh Polres Kepulauan Seribu, warga Pulau Pari, RT 01 RW 04, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu masih merasa was-was.

Sebab pemasangan plang di lahan seluas sekitat 5000 m2 ini lokasinya merupakan pemukiman warga.

Edy Haryono, Ketua RW 01 RW 04, Pulau Pari mengatakan pasca pemasangan plang Pulau Pari kondisinya biasa saja. Meski begitu warga merasa resah dengan adanya plang di rumah warga.

"Warga hanya khawatir bahwa ini dampaknya luas kepada warga yang lain. Pemasang plang ini dilahan yang di klaim oleh pihak perusahaan luasnya 5000 m2 yang seluruhnya perumahan penduduk," kata Edy Haryono, yang dihubungi via telepon selulernya.

Jadi dalam hal ini seluruh pemukiman penduduk milik mereka. Makanya yang menjadi kekhawatiran warga adalah satu persatu masyatakat akan di perlakukan sama seperti itu.

Ditambahkan oleh Edy Haryono dirinya dan warga hanya dapat berharap kepada pemerintah membantu warga Pulau Pari. Sebab meski pihaknya sudah melapor kemana-mana mulai dari ombudsman, DPRD, Gubernur dan sejumlah lainnya sudah dilakukan, namun belum ada titik temu.

Ketika ditanya pasca pemasangan plang apakah ada penjagaan dari aparat, Edy Haryono mengatakan tidak ada. Namun, meski begitu di lokasi memang ada pospolnya. "Kalau pengamanan khusus tidak ada, tapi memang kemarin beberapa saat ada namun sekarang tidak ada," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Pulau Pari, Surahman mengatakan pasca pemasangan plang kawasan Pulau Pari sudah kondusif. Bahkan besok pihaknya akan menggelar layanan jemput bola di lokas.

"Sudah aman, besok kami akan menggelar layanan jemput bola di lokasi. Bahkan saat ini aktivitas warga berjalan seperti biasa," terang Surahman.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar