Kamis, 30 November 2017


HUJAN deras seharian mengguyur Kota Yogyakarta menyebabkan musibah longsor terjadi di berbagai daerah. Salah satunya menimpa empat rumah di Kampung Juminahan RT 57 RW 14 yang berada di Bantaran Kali Code. Karena tergerus arus banjir tebing di sungai ini longsor dan mengancam rumah warga.

Subardi (36) warga kampung Juminahan RT 57 RW 14 mengatakan, akibat kejadian tersebut, sebanyak 132 warga yang terdampak longsor diungsikan di komplek masjid sekitar.

Meskipun telah diungsikan, sekitar 20 rumah lainnya terancam karena tebing masih mengalami longsor susulan jika cuaca tidak kunjung membaik," ucapnya, Kamis (30/11).

Meskipun kondisi longsor di tempat ini tidak separah kejadian di Kampung Jlagran, Pringgokusuman, namun warga sempat panik karena mereka khawatir rumah mereka ikut longsor. Peristiwa longsor sendiri terjadi Selasa siang sekitar pukul 12.30 WIB karena diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sehingga air sungai menggerus tebing yang berdekatan dengan rumah warga. 

Disamping lokasi longsor, terdapat rekahan-rekahan tanah sepanjang kurang lebih 20 meter yang dikhawatirkan akan mengakibatkan longsor susulan di sisi timur tanggul. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun akibat kejadian tersebut warga harus mengungsi dan membutuhkan bantuan logistik baik makanan maupun kebutuhan lainnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, longsor di Kota Yogyakarta terjadi di lima wilayah, yakni di Kecamatan Wirobrajan, Jetis, Kotagede, Danurejan, Umbulharjo, dan Gedong tengen.



Info dan foto: www.jogja.sorot.co.
Editor: Adit. 

0 komentar:

Posting Komentar