Rabu, 01 November 2017


JEMBATAN penghubung 2 desa antara Desa Citeluk dengan Desa Sindangkerta, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten, kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Jembatan sepanjang 12 meter dengan ketinggian 4 meter yang setiap hari dilewati oleh penduduk dan kendaraan bermotor hanya ditopang oleh bambu seadanya, masyarakat yang setiap hari menggunakan jembatan bambu tersebut mengaku khawatir jika musim hujan tiba, selain licin jembatan bambu tersebut seringkali terbawa oleh arus air.

Salah seorang warga, Nurhadi mengatakan sejak Desa Citeluk dan Desa Sindangkerta berdiri jembatan bambu tersebut sudah ada, namun sampai saat ini kondisinya masih tidak ada perubahan.

Ia mengaku selama ini warga melakukan iuran untuk sekedar melakuan perbaikan seadanya.

"Kalau jembatan itu sudah lama berdirinya, ya kami pernah mengusulkan supaya dibangun dari Dana Desa tapi kan DD tidak bisa buat bangun jembatan, ya kami berharap sih ada bantuan dari pemerintah buat bangun jembatan itu," terang Nurhadi, Rabu (1/11).

Selain rawan tergerus aliran air, dirinya juga khawatir kalau jembatan itu tidak segera dilakukan perbaikan maka tidak menutup kemungkinan akan ada korban.

Dia dan warga lain beralasan lebih memilih melewati jembatan itu karena waktu yang ditempuh akan lebih singkat jika dibandingkan menggunakan jalan kabupaten.

"Memang ada jalan kabupaten tapi kalau lewat sana (jalan kabupaten) waktunya lebih lama sekitar 2-3 jam bedanya, makanya warga ataupun anak sekolah lebih memilih lewat sini," ujarnya.




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar