Rabu, 08 November 2017

 
ASAP putih tebal setinggi 500 meter kembali dihembuskan dari kawah Gunung Agung di Karangasem, Bali pada Selasa (7/11).

Asap tebal itu terlihat jelas dari kejahuan diiringi dengan gempa yang cukup kuat. Sejumlah masyarakat yang banyak kembali ke desa mendadak dibuat panik sore tadi dan langsung mendatangi pos pantau di Rendang Karangasem.

Menurut Kasubid Vulkanologi dan Mitigasi, PVMBG, Devy Kamil Syahbana, itu merupakan salah satu tipe gempa yang sumbernya di dekat permukaan.

Menurut Devy, hal itu terjadi akibat gerakan fluida magmatic (gas) yang manisfestasinya dalam bentuk keluarnya asap ke permukaan.

"Hembusan ini bisa terekam kalau tekanan yang dihasilkan cukup kuat," ucapnya di Karangasem Bali, Selasa (7/11)

Hembusan seperti ini, kata Devy, banyak terjadi di Gunung Api lainnya dengan proses non erupsi yang merupakan proses pelepasan tekanan.

Ia menerangkan akan lebih baik kalau gas tekanan itu dikeluarkan sedikit demi sedikit dalam bentuk hembusan dari pada dikeluarkan sekaligus dalam bentuk letusan.

Menurutnya, hembusan ini mulai terekam sejak dua hari terakhir ini dimana dari permukaan kawah Gunung Agung keluar asap tebal dengan ketinggian 500 meter.

"Hembusan asap seperti itu normal-normal saja. Justru bagus jika sering terjadi, karena artinya tekanan gas akan terus berkurang sehingga kemungkinan tidak terjadinya letusan. Namun kondisi Gunung Agung yang masih status siaga potensi untuk meletus tetap saja ada," pungkasnya.



Info dan foto: www.inilah.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar