Selasa, 28 November 2017


 
LEADER tim emergency response ACT, Kusmayadi mengatakan hingga Senin (27/11) jumlah pengungsi erupsi Gunung Agung, Bali berjumlah 29.023. Para pengungsi tersebut tersebar di 217 titik pengungsian.  "Peningkatan drastis jumlah pengungsi dipicu kenaikan status Gunung Agung menjadi status IV (awas) yang ditetapkan Senin pagi kemarin," jelas Kusmayadi dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (28/11). 

Tim emergency response ACT masih berada di posko pengungsian terakhir yang berjarak jarak 12 km dari puncak Gunung Agung. Tim ACT telah membuka posko di Pos Pengungsian Pertanian, Desa Rendang, Karangasem.

"Sampai Selasa (28/11) hari ini, jumlah pengungsi di Posko ACT sudah berjumlah 950 orang, dan jumlahnya masih akan terus bertambah," ungkap Nyoman Arif, salah satu relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT Bali.

Menggulirkan posko pengungsian, tim emergency response ACT dibantu oleh puluhan orang relawan dari MRI Bali menyiapkan kebutuhan logistik pangan siap santap. Nyoman mengatakan, dapur umum di Posko ACT sudah berjalan sejak beberapa hari kemarin.

"Kebutuhan logistik yang paling diperlukan dan kami siapkan setiap harinya adalah makanan bergizi siap saji. Selain itu kami juga membagikan masker jenis N95, melakukan pelayanan kesehatan dan trauma healing. Beberapa tim kami bagi pula untuk melakukan penyisiran warga yang belum mengungsi di dalam zona radius bahaya," pungkas Nyoman.



Info dan foto: ACT.
Editor: Ferry. 


0 komentar:

Posting Komentar