Jumat, 24 November 2017

 


MINIM rambu-rambu jalan di sepanjang Margonda, untuk itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Jawa Barat, berencana segera memasang sejumlah rambu tambahan sebagai petunjuk adanya separator jalan baru terpasang.

Menurut Kepala Dinas Dishub Kota Depok, Gandara Budiana, mengatakan dalam penambahan rambu-rambu sudah disepakati bersama Polresta Depok setelah dilakukan evaluasi.

"Pemasangan rambu tambahan yang baru akan kita lakukan dengan maksud sebagai pemberitahuan baik pengendara roda dua maupun roda empat antisipasi kecelakaan,"ujarnya kepada Poskota usai dikonfirmasi, Jumat (24/11) siang.

Mantan Kasat Pol PP Kota Depok ini mengungkapkan,pemasangan rambu akan dilakukan antisipasi pembagian lajur cepat dan lambat.Sehingga dapat menghindari hal hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan lalu lintas. Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pembongkaran beberapa ruas separator.

"Yang dibongkar di jalur Ramanda sampai dengan batas Perempatan Juanda. Segmen yang dibongkar untuk menghindari antrian dan bottle neck. Yang di Ramanda lokasinya 10 m sebelah barat, kemudian Pesona setelah SMU Pribadi 20 meter sebelah barat dan akses Hotel Bumi Wiyata 50 meter sebelah barat," papar Gandara.

Dirinya menjelaskan pembangunan separator di Margonda adalah kegiatan lanjutan untuk membagi jalur cepat dan jalur lambat. Hal itu dilakukan untuk keselamatan pengguna jalan.

"Bagi warga atau pengguna jalan yang akan memanfaatkan jalur lambat karena ada kepentingan ke permukiman maupun perdagangan dan jasa bisa memanfaatkan jalur lambat tersebut. Sedangkan bagi yang tidak ada kepentingan atau keperluan bisa memanfaatkan jalur cepat," terangnya.

Gandara menambahkan separator juga bisa dimanfaatkan pengguna jalan yang akan menyeberang. "Bagi pengguna jalan yang jauh dari jangkauan Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) dan Zebra Cross, bisa memanfaatkan separator. Ini untuk mengantisipasi pengguna jalan lainnya yaitu kendaraan roda dua maupun empat," tutupnya.

Sementara itu tempat berbeda, Walikota Depok, Mohammad Idris menambahkan terkait pro kontra separator, dirinya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk segera melakukan evaluasi.

"Saya sudah minta ke kepala dinas yang bersangkutan untuk melakukan kajian real efektivitas ketersediaan anggaran. Jika anggarannya tidak ada, saya minta cari CSR," katanya.

Muhammad Idris mengemukakan jika nantinya akan dibongkar, ia mengimbau agar Dishub melakukan evaluasi bersama kepolisian.

"Karena user bukan dari kita saja tapi juga dari kepolisian. Kami juga terima laporan ada mobil yang nyangkut. Itu juga bahan evaluasi untuk pertimbangan tindak lanjut," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan separator dibongkar, Idris mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi.

"Ada kemungkinan dibongkar, tapi tunggu evaluasi," pungkasnya.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar