Kamis, 30 November 2017

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur memindah lokasi penampungan pengungsi dari Gedung Olahraga (GOR) Pacitan ke gedung YABI dan Karya Darma yang berlokasi di belakang pendopo kabupaten setempat, karena pertimbangan banjir.

"Mulanya memang penampungan pengungsi diarahkan ke GOR yang memiliki bangunan tinggi dan luas, namun karena juga dikepung banjir, mereka terpaksa kami pindahkan," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pacitan Widy Sumardji di Pusat Komando BPBD Pacitan, Rabu (29/11).

Sejumlah petugas BPBD maupun dari unsur tanggap darurat bencana TNI dan Polri, pemindahan lokasi banjir didasarkan kondisi banjir yang telah masuk kompleks stadion dan GOR yang terletak di dekat muara Sungai Kalikunir yang meluap.

Selain itu, jalur menuju lokasi penampungan dari arah kota maupun sebaliknya juga masih terendam banjir hingga kedalaman sekitar 60 centimeter di tengah badan jalan sehingga hanya kendaraan jenis truk dan mobil jenis dobel gardan yang bisa lewat.

"Warga atau petugas yang mau ke lokasi penampungan di GOR ataupun keluar harus naik perahu karena genangan sempat tinggi dan tidak mungkin dilalui kendaraan," kata Budi, salah satu relawan.

Namun menjelang sore, air di sekitar GOR berangsur surut bersamaan dengan menurunnya debit banjir di sejumlah titik sehingga tim BPBD bersama TNI-Polri serta Basarnas sepakat untuk mengevakuasi 497 orang pengungsi yangs sempat menginap sehari di gedung olahraga tersebut.

Selain pengungsi di GOR, titik pengungsian terpantau di Dusun Krajan Kidul Desa Sirnoboyo sebanyak 51 orang, di Desa Cangkring, Kecamatan Ngadirojo sebanyak 32 orang, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Desa Sumberharjo sebanyak 32 orang, dan di Desa Bangunsari Kecamatan Pacitan sebanyak 16 orang.

"Kami berupaya optimal melakukan langkah-kangkah yang tepat dan terukur untuk membantu warga terdampak," ujar Widy Sumardji.

Widy mengatakan, sejauh ini Pemkab Pacitan telah mendapat bantuan dari beberapa pihak dalam rangka kelancaran proses evakuasi.

Ia mengatakan, Pemkab Pacitan terbuka untuk semua jenis bantuan fasilitas maupun sukarelawan untuk membantu menangani pengungsi.

Kerugian dampak badai Siklon Tropis Cempaka yang melanda Kabupaten Pacitan diperkirakan sangat besar.

Selain menelan sejumlah korban jiwa dan sebagian lain masih hilang, kerusakan infrastruktur maupun suprastruktur setempat cukup parah.

Beberapa akses jalan-jembatan putus total tertimbun longsor ataupun terendam banjir, ribuan pemukiman rusak dan terendam, suplai listrik putus total, kerusakan areal permukiman, perkebunan, persawahan dan perikana hingga ribuan ternak yang hilang ataupun tewas tenggelam/tertimbun longsor.
 



Info dan foto: www.pacitanku.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar