Kamis, 30 November 2017

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro memperkirakan sungai Bengawan solo akan mengalami peningkatan tinggi muka air. 
Diperkirakan tinggi muka air hingga mencapai siaga dua atau siaga kuning. 

"Pada pukul 12.00 WIB papan duga Karangnongko menunjukkan skala 27.12 MDPL, sedangkan di TBS Kota Bojonegoro menunjukkan skala 13.09 MDPL. Siaga Hijau (Siaga 1)," ujar Kasi Prasarana dan Logistik (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Budi Mulyono, Kamis (30/11).

Budi Mulyono mengatakan, kenaikan tinggi muka air sungai bengawan solo disebabkan beberapa hal, diantaranya tingginya curah hujan beberapa hari terakhir baik di Hulu maupun lokal Bojonegoro dan masih adanya kontribusi air dari hulu Madiun dan sekitarnya.

"Apabila pada sore hari ini terjadi hujan di wilayah Bojonegoro maupun Tuban, maka BPBD memprakirakan bahwa petang nanti TMA Bengawan Solo di Bojonegoro akan masuk siaga kuning (Siaga 2). Tapi berjalan tidak terlalu lama," jelasnya.

Sehingga pihaknya mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah desa maupun kecamatan untuk menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran sungai Bengawan Solo. 

"Sehingga jika terjadi banjir masyarakat sudah siap," terangnya.

Pihaknya kini, mengaku sudah melakukan beberapa langkah antisipasi dan kewaspadaan dengan cara mengikuti update cuaca dan kenaikan TMA bengawan, mengaktifkan pemantauan kondisi bantaran bengawan tanggul dan infrastruktur banjir lain, optimalisasi jaring komunikasi masyarakat, mempersiapkan dapur komunitas dan inventarisasi peralatan dan relawan bencana.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar