Selasa, 21 November 2017


PEDAGANG kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di Pasar Juwana, Jalan Ki Hajar Dewantoro dan Jalan Komodo, Pati, Jawa Tengah ditertibkan petugas gabungan, Selasa (21/11).

Keberadaan PKL kerap dikeluhkan masyarakat, lantaran menimbulkan kemacetan, terutama pada pagi hari. Pasalnya, kawasan tersebut sering dilalui pengendara, baik pekerja maupun anak sekolah.

Petugas gabungan yang menertibkan PKL terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.

"Penertiban PKL sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi Pasar Baru Juwana yang baik dan tidak ada PKL yang berjualan di sepanjang ruas jalan yang mengakibatkan kemacetan parah setiap pagi," ujar Kepala Disdagperin Pati Riyoso.

Dinas Pasar sendiri sebetulnya sudah ada tim bersih yang salah satu tugasnya melakukan penertiban PKL yang tidak menaati aturan. Namun, mereka sering membandel dengan beroperasi kembali setelah dua hingga tiga hari pascapenertiban.

Hal itu dibenarkan camat Juwana Teguh Widyatmoko. Pemerintah kecamatan bersama polsek dan koramil setempat sudah beberapa kali melakukan patroli, tapi mereka terus membandel.

"Aturan hanya dijalankan saat ada petugas. Kami berharap agar dinas bisa mencarikan lahan baru untuk penempatan parkir dan PKL, sehingga trotoar dan ruas jalan bersih dari PKL," harap Teguh.

Sementara itu, Kepala Pasar Baru Juwana Budi Hartono menjelaskan, pihaknya sudah memberikan surat peringatan agar PKL tidak boleh menempati trotoar pada 23 November 2017. Untuk parkir, dia akan mencari solusi dengan melibatkan pemuda desa.

Rencananya, petugas gabungan akan kembali melakukan penertiban menggunakan alat berat pada Kamis (23/11) mendatang. PKL diharapkan bisa mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar