Kamis, 23 November 2017

BECEK, berlumpur, dan penuh genangan air bukanlah hal baru yang kerap melanda Pasar Sikeli Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara setiap datang musim penghujan.

Kondisi ini seakan menjadi rutinitas tahunan, atau mengikuti jadwal turunnya hujan. Warga Pulau Kabaena tak punya pilihan lain, selain harus mengarungi licinnya jalan menuju Pasar itu.

Padahal, setiap warga yang melalui jalan itu, harus selalu siap menanggung resiko, baik itu pejalan kaki atau yang menggunakan roda dua saat ke Pasar, bisa saja terjatuh akibat sebagian lingkungan pasar yang berlumpur.

Tidak sedikit warga yang mengeluhkan hal ini, bahkan ada yang sampai mengaploud kondisi pasar disosial media (Facebook), mungkin dengan harapan Pemerintah Daerah (Pemda) Bombana bisa memberi solusi atau alternatif sementara sambil menunggu penganggaran di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), jika ini di anggarkan.

"Mau di apa lagi, kami hanya bisa menikmati, tidak bisa berbuat apa apa," ucap Dian, Warga Pulau Kabaena, Kamis (23/11).

Pasar Sikeli bisa dikatakan merupakan pasar satu satunya tempat sebagian besar warga Pulau Kabaena berbelanja, sehingga tidak punya pilihan lain selain berbelanja kesana.

"Jadi meski itu licin, berlumpur, dan banyak genangan air kami tetap lalui, benar ada jalan yang agak bagus dilalui, lewat belakang atau samping pasar, tapi kami juga menginginkan akses yang cepat," tambah Dian.

Tidak tahan melihat dan menikmati kondisi ini, Erwin (25) Tokoh Muda Pulau Kabaena, sangat mengharapkan Pemda Bombana bisa memperbaiki lingkungan dan jalan menuju Pasar agar layak dilalui.

"Setidaknya ditimbun dulu, supaya masyarakat bisa nyaman berjalan," Harap Mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) ini.

Hingga berita ini ditayangkan, Pemda dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Bombana belum dapat dikonfirmasi.



Info dan foto: www.sultrapost.com.
Editor: Ibnu.
 

0 komentar:

Posting Komentar