Senin, 27 November 2017

 

PASCA terjadinya letusan magmatik Gunung Agung, banjir lumpur mulai terjadi di wilayah desa yang ada di sekitar Gunung Agung.
 
Sebuah rekaman video amatir berada di media sosial. Seorang warga merekam terjadinya banjir lumpur di bawah sebuah jembatan. Warga perekam gambar kemudian panik karena banjir lumpur semakin membesar.
 
"Om Namah Shivaya, Om Namah Shivaya (berarti saya mohon perlindungan, tuntunan dan keselamatan dari Dewa Siwa)," ujar warga yang merekam banjir lumpur ini.
 
Sambil merekam banjir, warga yang berani ini juga mengingatkan warga yang mendekat melihat lokasi banjir di bawah jembatan.
 
"Oiii, de kemu, mai, mai, melaib, melaib,  (jangan ke sana, sini sini, lari, lari), banjir semakin membesar," teriaknya kepada warga di bawah jembatan. 
 
Warga perekam banjir ini akhirnya mengakhiri rekaman karena banjir lumpur sudah semakin membesar dan dinilai berbahaya.
 
I Wayan Ridana, Ketua bumdes Desa menanga, dan Ketut Wijaya alias Inspektur vijay menjelaskan, banjir lumpur terjadi Senin pagi di Tukad Telaga Waja. Banjir lumpur ini terjadi di wilayah perbatasan Desa Muncan, Kecamatan Selat dengan Desa Menanga Kecamatan Rendang.
 
Fenomena banjir lumpur ini menjadi tontotan warga sekitar. Meski berbahaya, warga menonton dari atas jembatan yang rawan roboh terkena banjir dan mengabadikannya dengan kamera ponsel.
 
"Bila terus menerus dihantam banjir lumpur dampak letusan gunung, tiang beton jembatan sungai Yeh Sah ini dikhawatirkan bisa ambruk, ini perlu diatensi," ujar Wijaya.
  
Terkait hal ini, Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika, menyatakan banjir lumpur yang terjadi pagi ini dan direkam video warga adalah banjir piroklastik, yakni air yang bercampur dengan material dari Gunung Agung. 



Info dan foto: www.beritabali.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar