Senin, 09 Oktober 2017


DEBIT curah hujan yang terus meningkat beberapa pekan terakhir,cukup berimbas pada beberapa titik kawasan di Kabupaten Bungo, dianggap kawasan langganan banjir.

Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbapol Bungo, terdapat 8 Kecamatan yang ada di Bumi langkah Serentak Limbai Seayun yang dianggap rawan akan terkena banjir.

Diantaranya, Kecamatan Rantau Pandan, Muko-Muko Bathin 7, Bungo Dani, Pasar Muara Bungo, Bathin III, Bathin II Babeko, Pelepat dan Kecamatan Pelepat Ilir.

" Iya Imbas dari meningkatnya cura hujan akhir – akhir ini, membuat delapan Kecamatan yang ada di Bungo memang terindikasi rawan akan musibah banjir. Itu jika berkaca pada data yang kita dapat tahun sebelumnya," Ungkap Jasrul, yang tak lain Kabid Darurat dan Logistik BPBD Kesbapol Bungo, Senin (9/10).

Maka dari itu lanjut Jasrul, guna mengantisipasi kehadiran banjir yang tidak diharapkan tersebut, pihaknya telah mensosialisasikan terhadap pemerintah Kecamatan yang ada di Bungo, untuk selalu waspada banjir akan terus meningkatnya debit curah hujan tersebut.

"Kalau kita dari BPBD sudah siap untuk melakukan pertolongan, kapan pun musiba banjir yang tidak kita harapkan datang itu, melanda suatu titik wilayah Kecamatan yang ada di Bungo," Tegasnya.

Tak hanya delapan kecamatan tersebut, yang terindikasi rawan banjir, data lain yang didapat pihak BPBD, juga terdapat beberapa Kelurahan yang juga dianggap rawan serangan banjir.

Diantaranya, kelurahan Jaya Setia, Sungai Pinang, Bungo Taman Agung dan Keluaran Manggis. Dan mirisnya, untuk banjir di beberapa titik keluaran tersebut, terkadang mencapai ketinggian hingga 1,5 Meter.

"Dari pantauan kita, selain dampak curah hujan yang tinggi, penyebab banjir tak lain, Pertemuan air di Batang Bungo dan Batang Tebo yang berujung di muara sungai yang berada di Kelurahan Tanjung Gedang," Tukasnya.

Hal senada juga disampaikan Kaban BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, H Indones saat dijumpai mengatakan, harapan kedepan warga lebih waspada, karena musim sudah berganti menjadi musim penghujan.

"Ya kami himbau kepada warga lebih waspada, terhadap bencana tanah longsor dan banjir, karena sekarang sudah berganti musim yakni musim penghujan. Curah hujan disertai angin kencang kerap kali terjadi, oleh karena itu mari kita lebih waspada," tukasnya.




Info dan foto: www.sidakpost.id.
Editor: Adit. 

0 komentar:

Posting Komentar