Jumat, 06 Oktober 2017


PEMERINTAH melakukan uji coba pembatasan operasional angkutan barang di ruas Jalan Tol Cikampek dua minggu kedepan atau sekitar tanggal 16 hingga 20 Oktober 2017.

Uji coba dilaksanakan di Gerbang Tol Kalihurip/Dawuan sampai dengan Bekasi Barat pada hari kerja Senin hingga Jumat pukul 06.00 – 09.00 WIB.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menjelaskan pengaturan diterapkan pada kendaraan barang dengan golongan IV (truk dengan 4 gandar) dan V (truk dengan 5 gandar).

Menurutnya, Kementerian Perhubungan melalui (BPTJ) bersama Kepolisian, Kementerian PUPR, dan pelaku usaha logistik sepakat berupaya mencari solusi meningkatkan kecepatan kendaraan bermotor di jalan tol Cikampek.

Salah satu upaya kami dengan mencoba membatasi jam operasional angkutan barang,” kata yang akrab dipanggil Bambang Pri.

Dikatakannya, saat ini kecepatan di ruas jalan Tol Cikampek-Jakarta maksimal 17 km/jam pada pagi hari, bahkan hanya mencapai 10 km/jam. “BPTJ bersama Korlantas berupaya meningkatkan kecepatan di ruas tol tersebut menjadi minimal 20-30 km/jam,” katanya.

Diungkapkannya truk-truk yang memenuhi tol adalah truk antarkawasan dan akan dibatasi tidak boleh keluar dari kawasan sebelum jam 09:00 WIB.

“Setelah jam 09.00 WIB truk-truk barang tersebut boleh keluar dari kawasan,” papar Bambang Pri usai memimpin Rapat Pengaturan Perjalanan Angkutan Barang sebagai Tindak Lanjut Penanganan Macet di Tol Cikampek-Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017.

Kepala Himpunan Kawasan Industri Indonesia Hendra Lesmana menambahkan di daerah Jakarta – Cikampek saat ini ada sekitar 20 kawasan industri di sisi kiri dan kanan dari tol.

Akses tol tersebut sangatlah penting, karena tol adalah wadah mereka untuk melakukan perjalanan. “Diadakannya pengaturan jam tersebut sudah sangatlah baik,” tuturnya.

Hendra mengatakan saat ini untuk mencapai di kawasan industri sendiri membutuhkan sekitar 2-3 jam.

Dengan adanya program pengaturan angkutan barang ini, pihaknya akan memberitahukan kepada investor akan adanya niat baik mengatasi kondisi transportasi untuk angkutan barang.

Dibantu oleh BPTJ, Himpunan Kawasan Industri Indonesia akan meyakinkan para investor bahwa kawasan dari Jakarta-Cikampek adalah kawasan yang benar-benar baik dan akan mendukung program pemerintah.

“Kita benar-benar harus memperbaiki kualitas di kawasan industri agar investor asing akan memilih Indonesia untuk tujuan mereka mengekspor barang mereka,” cerita Hendra.

Korlantas Polri menilai ujicoba pengaturan jalan tol merupakan upaya jangka menengah untuk mengatasi permasalahan kemacetan tersebut.

“Korlantas siap membantu dalam evaluasi kinerja dalam pengaturan angkutan barang di jalan tol ini. Nanti hasilnya kami sampaikan ke BPTJ,” kata Bambang SW Kaden PJR, Korlantas Polri.

Pembatasan operasional jam angkutan barang mendapat dukungan dari Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI), Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

Untuk sementara jam pembatasan angkutan barang dan truk dalam kawasan industri di parkir dalam kawasan masing – masing antara jam 06.00 s/d 09.00 WIB.

Adapun kawasan industri di Karawang, lokasi pengendapan antara lain: Kota Bukit Indah dan Indotaisei berlokasi Dawuan, Cikampek / Purwakarta;

Untuk Mandala Pratama Industrial Estate di Dawuan, Cikampek berada di Kijang Cikampek IE di Dawuan, Cikampek. Kawasan Industri Suryacipta di Karawang Timur berada di Kawasan Industri Mitra Karawang di Karawang Timur.

Untuk Operasional di Karawang Barat, lokasi pengendapannya yaitu Kawasan Industri Podomoro, Kawasan Industri G-Tech, Kawasan Industri Astra, Kawasan Industri CFLD.

Untuk daerah Bekasi, pengendapannya yaitu di Kawasan Industri Delta Mas (GIIC) dan KITIC di Cikarang Pusat, Jababeka, Cikarang; Delta Silicon, (Lippo) Cikarang, Hyundai, Cikarang, EJIP, Cikarang, MM2100 dan Bekasi Fajar, Cibitung, Gobel Indonesia Estate, Cibitung.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar