Jumat, 06 Oktober 2017


PARA pelanggan PLN di empat kecamatan di Sumenep, Jawa Timur terancam tidak bisa menikmati aliran listrik untuk sementara waktu, akibat robohnya lima tiang listrik di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, tertimpa pohon kelapa yang ditebang warga.

"Pemotongan pohon kelapa oleh warga itu tanpa pemberitahuan kepada petugas PLN. Ternyata pohon yang ditebang itu menimpa dan merobohkan lima tiang listrik, yakni tiang STM 3 dan tiang JTR 2," kata Koordinator Pelayanan Tekhnik PLN Rayon Ambunten, Supardi, Kamis (05/10).

Empat Kecamatan yang terkena imbas terputus aliran listriknya adalah Kecamatan Rubaru, Ambunten, dan Pasongsongan. Selain itu, sebagian Kecamatan Pasean, perbatasan Kabupaten Sumenep - Pamekasan.

"Pekerjaan perbaikan terus kami lakukan. Secepatnya akan kami selesaikan. Karena ini menyangkut pelayanan masyarakat banyak," ucapnya.

Pohon kelapa yang ditebang milik Suni warga Desa Matanair. Dalam penebangan itu, terdapat sekitar tujuh orang. Enam orang bertugas untuk menarik tambang sebagai pengikat pohon kelapa dan satu orang bertugas memotong pohon kelapa dengan menggunakan mesin pemotong kayu.

"Yang memotong namanya Sahawi," kata Erfan, warga setempat yang ikut membantu memotong pohon kelapa milik Suni itu.

Menurutnya, saat itu dirinya bersama kawannya bertugas menarik tambang. Namun, setelah hampir selesai, tiba-tiba oleng dan tambangnya putus. Sehingga pohon kelapa roboh ke jaringan utama listrik yang melintang ke arah barat.

"Awalnya pohonnya akan diarahkan ke barat. Tapi karena angin kencang dari arah timur, tiba-tiba pohon oleng ke arah selatan dan menimpa jaringan listrik," katanya.

Saat tertimpa pohon, lanjut Erfan travo disekitarnya terlihat meledak dan mengeluarkan percikan api. Beruntung insiden tersebut tidak sampai memakan korban.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar