Jumat, 27 Oktober 2017


MUHAMMAD Bagus Syafi'i, siswa kelas VII MTs Hidayatul Mustafidin Kudus yang menghilang sejak Sabtu (21/10) lalu hingga kini tak kunjung ketemu. Bahkan, hilangnya warga Desa Piji itu hingga kini masih menjadi misteri.

Tumirah (60) nenek korban mengatakan, hingga kini keluarga dan tetangga masih berupaya mencari cucunya itu. Pihaknya sangat sedih lantaran tak ada tanda-tanda maupun petunjuk atas hilangnya Bagus.

"Mudah-mudahan cepat ketemu, kasian masih kecil," katanya. 

Sejak pekan lalu, kasus hilangnya Bagus sudah dilaporkan ke kantor polisi. Keluarga berharap agar Bagus dapat segera diketemukan dan kembali ke rumahnya lagi.

"Sebenarnya dia punya Hp, namun tak bisa dihubungi. Ia juga tak membawa pakaian," ujarnya.

Menurut dia, cucunya itu merupakan anak yang pendiam. Bahkan saat di rumahnya pun, hanya berbicara saat diajak berbicara. Kendati demikian, Bagus merupakan anak yang rajin beribadah.

Hal itu ditunjukkan dengan Bagus yang rajin membersihkan rumahnya sepulang sekolah. Dan saat adzan bergegas ke masjid untuk shalat berjamaah baru bermain dengan teman-temannya.

"Dia itu sudah mencuci pakaiannya sendiri, saat saya cucikan dia tak mau dan diambil untuk mencucinya sendiri," ungkapnya.

Dia menjelaskan kalau cucunya itu adalah korban broken home. Orang tuanya berpisah saat dia berusia empat tahun. Semenjak itu Bagus tinggal dengan ibu dan neneknya.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar