Selasa, 17 Oktober 2017


JUMLAH ruang kelas SD di Grobogan, Jawa Tengah yang kondisinya rusak parah ternyata masih banyak. Berdasarkan pendataan terbaru yang dilakukan Dinas Pendidikan Grobogan, jumlah ruang kelas yang rusak parah ada 147 unit. Ruang kelas rusak sebanyak itu berada pada 50 SD.
 
"Ruang kelas di 50 SD yang kondisinya rusak akan jadi skala super prioritas untuk ditangani. Soalnya, kondisinya kurang representatif untuk kegiatan pembelajaran," kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat, usai menghadiri rakor membahas gedung SD rusak bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni dan pejabat terkait lainnya, Selasa (17/10).

Jumlah kerusakan ruang kelas pada tiap SD bervariasi. Ada SD yang ruang kelasnya hanya rusak parah 1 unit saja. Namun, ada beberapa SD yang 6 ruang kelasnya rusak.

Sekolah yang memiliki ruang kelas rusak itu tersebar di beberapa kecamatan. Yakni, Pulokulon (3), Karangrayung (8), Toroh (5), Geyer (7), Kradenan (3), Gabus (4), Wirosari (3), Tawangharjo (3), Grobogan (8), Klambu (1), Godong (2), Gubug (1), dan Tanggungharjo (2).

Bangunan SD yang rusak kebanyakan dibangun tahun 80 an lewat program Inpres. Sebagian atap bangunan masih menggunakan seng.

Amin menyatakan, pendataan ulang terkait kondisi gedung sekolah itu diperlukan agar perencanaan dan upaya penanganan bisa dilakukan dengan tepat. Dari data yang terkumpul nantinya akan dipilih skala super prioritas. 



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar