Rabu, 25 Oktober 2017

RATUSAN warga dari RW 01 – RW 10, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, menggelar aksi damai, di Jalan Angkasa Raya, dekat perlintasan kereta, Rabu (25/10). Mereka menolak ditutupnya perlintasan sebidang kereta oleh Kementerian Perhubungan.

"Penutupan dari tanggal 13 Oktober itu, nggak setujulah. Kami tolak mentah-mentah. Pertama, usaha jadi sepi, jalannya susah, orang pada muter. Kendalanya macet kalau muter jauh. Tapi tetap saja nggak setuju walau nggak macet," ucap Karta, 42, salah satu warga. 

Menurutnya penutupan perlintasan sebidang kereta api di Jalan Angkasa Raya, justru hanya menimbulkan permasalah baru. "Masalah barunya sekarang kemacetan terjadi dimana-mana. Dan kalau memang alasan keselamatan, sejauh ini tidak ada korban di perlintasan," jelasnya.

Sementara itu, anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Gunung Sahari Selatan, Prasetyo, 74, juga menyatakan tidak setuju terkait penutupan perlintasan kereta di Jalan Angkasa Raya. Menurutnya, penutupan ini membuat akses petugas pemadam kebakaran jadi memutar.

Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, warga pun mendapat dukungan dari sejumlah pengguna jalan yang tengah melintas.

Mereka ikut memberikan tanda tangan di atas kain putih yang telah disediakan warga, sebagai penolakan rencana akan ditutupnya perlintasan sebidang kereta api di Jalan Angkasa Raya. 




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar