Jumat, 20 Oktober 2017


PENANGKAPAN pelaku pembunuhan dengan korban Muhammad Arifin (6), bocah SD asal Desa Tanggulangin, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban berlangsung tegang, Kamis (19/10) malam.

Pelaku bernama Wusito (33), yang tak lain adalah tetangga korban sempat melakukan perlawanan dan bersembunyi di rumahnya. Sejumlah petugas terpaksa menjebol pintu rumah yang juga digunakan menyembunyikan jenazah korbannya itu.

Petugas kemudian mengepung rumah pelaku dan terus meminta supaya segera menyerahkan diri. "Setelah kita dapat laporan, kita datangi TKP dan melihat ada mayat. Tadinya pelaku tidak koorperatif saat ditangkap," kata AKBP Sutrisno HR, Kapolres Tuban saat berada di TKP pembunuhan itu.

Korps berseragam cokelat yang mengetahui ada pelaku di dalam rumah tersebut langsung bertindak tegas. Yakni mendobrak pintu yang telah ditutup rapat. "Kita sudah lakukan upaya secara paksa, sekitar 10 menit. Akhirnya pelaku berhasil kita sergap dan kemudian kita bawa ke Polres," tegasnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apa motif pembunuhan terhadap bocah SD tersebut. Pasalnya, selama ini Wusito sudah dikenal mempunyai indikasi mengalami gangguan jiwa sejak 2011.

"Untuk motifnya masih kita dalami, karena ada indikasi pelaku mengalami gangguan jiwa. Namun kita akan melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku untuk membuktikannya," papar Kapolres.




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar