Jumat, 27 Oktober 2017


PULUHAN petani yang berasal dari Dusun Tileng, Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menghadang truk pengangkut pupuk yang melintasi jalan raya Tuban-Montong desa setempat, Jumat (27/10).

Aksi tersebut terpaksa dilakukan oleh para petani lantaran memasuki musim tanam ini mereka sulit untuk mendapatkan pupuk. Sempat terjadi keributan antara polisi dengan puluhan petani yang melakukan penghadangan truk untuk membeli pupuk yang diangkut truk diesel itu.

Informasi yang dihimpun di lapangan, penghadangan truk pengangkut pupuk bersubsidi itu berawal dari kekesalan petani Dusun Tileng, Desa Talun, Kecamatan Montong, Tuban. Yang mana mereka telah melakukan tanam dan sudah waktunya untuk memupuk.

"Ini usia jagung sudah waktunya mupuk. Tapi sulit untuk bisa mendapatkan pupuk," ujar Sulaksono, petani warga desa setempat.

Menurut para petani, selama ini petani dari Dusun Tileng itu sangat sulit untuk mendapatkan pupuk di kios resmi dan bahkan tidak pernah mendapatkan jatah dari kelompok tani mereka. Mereka harus berkeliling mencari pupuk ke desa lain dan terpaksa membeli dengan harga tinggi.

"Kita tidak pernah dapat jatah sedikitpun dari kelompok tani. Makanya ini warga sudah kesal dan ingin mendapatkan pupuk," terang Jaswadi (40), petani yang juga perangkat desa Dusun Tileng, Desa Talun, Kecamatan Montong, Tuban itu.

Dengan kekesalan itu, puluhan petani dari satu dusun itupun langsung berinisiatif untuk membeli pupuk langsung di tengah jalan. Mereka menghentikan truk yang membawa pupuk bersubsidi yang akan dikirim ke wilayah Kecamatan Montong itu.

"Kita hadang ini untuk membeli pupuk, kita bukan merampok. Ini uang dari para petani di sini sudah dikumpulkan sekitar dua puluh juta rupiah untuk membeli pupuk itu," tambahnya.

Aksi penghadangan truk pupuk di tengah jalan yang dilakukan oleh petani di halang-halangi oleh petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban. Dalam peristiwa itu sempat terjadi kericuhan anatara polisi dengan para petani yang menghadang truk pupuk tersebut.




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar