Jumat, 13 Oktober 2017


PETUGAS Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten masih terus melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di Festival Bedolan Bendungan Pamarayan 2017.

Korban hanyut bernama Ateng (25), warga kampung Baru RT 06 RW 07, Desa Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, masih dalam pencairan sejak, Kamis (12/10) kemarin.

"Pencarian (tadi pagi) dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan jam 11.00 WIB istirahat untuk solat Jumat," kata Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Dika, Jumat (13/10).

Sejak peristiwa hanyut sekira pukul 10.00 WIB kemarin, korban belum ditemukan. Pihak BPBD Kabupaten Serang dan Basarnas telah membagi tim menjadi tiga. Tim pertama dengan jalur penyisiran 5-7 kilometer. Sementara tim kedua Basarnas 7-12 kilometer hingga Kragilan, dan tim ketiga dari Pontang – Tirtayasa hingga ke muara.

Sejak hanyut kemarin, sudah hampir 26 jam pencarian belum membuahkan hasil. Kondisi air yang keruh bercampur lumpur menyulitkan petugas untuk mengidentifikasi korban. Selain itu, medan yang berlumpur menjadikan perahu karet petugas kerap kandas melalui aliran sungai.

Sebelumnya, Jupri (30) dan Ateng (25), dua warga kampung Baru RT 06 RW 07, Desa Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang dikabarkan hanyut saat mengikuti Festival Bedolan Pamarayan yang digelar Pemkab Serang, Kamis (12/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua warga tersebut terbawa arus saat tengah menjala ikan di tengah derasnya arus yang mengalir di Bendungan Pamarayan. Tak pelak akibat derasnya aliran air, dua warga tersebut hanyut.

Beruntung Jupri berhasil menyelamatkan diri dari arus Bendungan Pamarayan yang begitu deras. Jupri segera dibawa ke puskesmas. Namun naas bagi Ateng, ia terbawa arus derasnya aliran Bendungan Pamarayan. 




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar