Senin, 16 Oktober 2017


PULUHAN warga yang mengatasnamakan koalisi rakyat, ormas, dan LSM Kudus menolak pembangunan SPBU baru di Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah, Senin (16/10).

Penolakan tersebut lantaran SPBU di Kudus dinilai sudah terlalu banyak dan akan menambak kesemprawutan lalulintas jika terus bertambah.

Koordinator aksi, Sunardi, mengatakan penolakan pembangunan baru SPBU di Kudus terdapat di dua titik. Pertama yaitu di jalan Jenderal Soedirman kawasan depan Polres Kudus, sedang kedua berada di jalan KHR Asnawi atau sebelah barat pabrik HIT Pilitron.

"Kudus kota yang kecil, jadi tak butuh penambahan baru SPBU. Apalagi, selama ini tidak ada kesulitan SPBU yang sampai kehabisan. Jadi sudah cukup," katanya saat aksi

Menurut dia, jumlah SPBU di Kudus kini sudah mencapai 19  SPBU. Jumlah tersebut sudah tersebar di sembilan kecamatan di Kudus. Sehingga tidak membutuhkan tambahan SPBU lagi.

Selain jumlah SPBU yang sudah banyak, kata dia, lokasi yang dipilih juga berada di kawasan perkotaan. Jika dibangun SPBU, maka akan berdampak pada kemacetan yang timbul. Artinya, kemacetan di perkotaan akan makin tinggi.

"Untuk itu, kami dari masyarakat meminta agar tak usah adanya penambahan SPBU di Kudus.  Kami meminta pemerintah menolak pembangunan baru SPBU di Kudus," ujarnya yang juga ketua LSM Perintis.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar