Kamis, 05 Oktober 2017


PETANI Kecamatan Indra Makmur meminta kepada pihak Dinas Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Aceh tidak memandang penderitaan petani di Aceh Timur dengan sebelah mata. 

Hal itu itu diungkapkan Jailani (50) petani warga Seuneubok Bayu, Kecamatan Indra Makmur saat menyampaikan keluhannya, Kamis (05/10). 

Menurutnya, sejak sebulan terakhir kebun sawit dan dan kebun karetnya habis dibabat gajah liar bahkan tamanan lainnya seperti pinang dan jangung juga habis dirusak dan dimakan oleh gajah (Poe Meurah_red) liar yang saat ini berkeliaran bebas di kawasan kebun warga. 

"Ia pak sampai hari ini gajah masih berada diladang saya pak, semua tanaman tua seperti karet sawit dan pinang dipatahkan oleh gajah, sedangkan tamanan muda seperti jangun dan bayam habis dimakan,  harus bagaimana kami petani ini pak, sedangkan mata pencarian kami hanyalah bertani," Keluh Jailani. 

Akibatnya, kata Jailani, dirinya dan ratusan petani lainnya mengalami kerugian Puluhan Juta rupiah dalam jangka waktu sebulan terakhir. Dirinya mengharapkan agar pihak Dinas Kehutanan Aceh dan BKSDA Aceh segera mengalau gajah liar aga tidak kembali merusak kebun warga. 

"Kami berencana akan datang ke kantor pak Gubernur, untuk meminta agar pemerintah Aceh sedikit peduli terhadap kami petani dipedalaman ini, jika BKSDA tidak peduli terpaksa kami harus mengadu kepada bapak gubernur," Kata Jailani.



Info dan foto: www.mediaaceh.co.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar