Rabu, 18 Oktober 2017


JEMBATAN Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan dua rumah makan cepat saji dan pusat belanja di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang kondisinya kumuh dan kotor. Padahal jembatan yang berada di tengah Ibu Kota Provinsi Banten itu sering dilewati banyak warga Kota Serang. Akibatnya banyak warga lebih memilih menyebrang jalan dari jalan raya dibanding melalui JPO.

Tresna, warga sekitar mengeluhkan kondisi jembatan penyebrangan tersebut. Ia terpaksa balik lagi karena fasilitas umum itu sudah tidak nyaman saat melintasinya. Bahkan JPO tersebut ditempati orang gila. Hal ini membuat warga lainnya enggan untuk menggunakan fasilitas penyebrangan jalan itu.

"Saya jadi takut dan males ketika menggunakan JPO itu, karena kondisinya kumuh dan bau. Dan yang membuat saya takut adalah keberadaan orang gila yang menutupi badan jalan JPO tersebut," ujarnya.

Selain itu, lanjut Tresna, dari empat JPO yang berada di jalan protokol Kota Serang juga kerap ditempati tuna wisma pada malam hari. Untuk itu, ia berharap instansi terkait bisa menertibkannya. "Kondisi  ini harus segera diperbaiki, agar JPO itu bisa nyaman dan aman dilintasi warga," ucapnya.

Senada dengan Tresna, Munji mahasiswa UIN Banten juga mengeluhkan kondisi JPO tersebut. Sebab ia sering menggunakan fasilitas penyebrangan jalan ketika berangkat kuliah, namun sejak melihat kondisi JPO yang kumuh tersebut. Ia mengaku tak nyaman menggunakan JPO. "Saya  harap pemerintah  dan instansi terkait bisa membereskan persoalan ini," ucapnya.




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar