Rabu, 04 Oktober 2017


PULUHAN mahasiswa Banten yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Organisasi Ekternal (FSOE) berunjuk rasa di depan gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten, Ciceri, Kota Serang, Banten, Rabu (4/10).

Mereka menutup jalan protokol Kota Serang. Akibatnya para pegendara yang mengarah ke Alun-alun Serang terpaksa dialihkan melaui Stadion Maulana Yusuf.

Kordinator Aksi, Fakih mengatakan cita-cita pembentukan Provinsi Banten belum terwujud sejak pisah dari Jawa Barat. Padahal cita-cita awalnya, Banten mampu mandiri membangun daerah dan mensejahterakan rakyat. "Namun di 17 tahun usia Banten, pemerintah belum bisa mencapai itu semua," ujarnya.

Ia menjelaskan seharusnya di usia Provinsi Banten ke 17 tahun sudah tidak ada lagi kemiskinan. Namun nyatanya kemiskinan di Banten tahun 2017 malah meningkat. Berdasarkan data BPS kemiskinan di Banten naik 9% atau dari 65.774 ribu orang menjadi 67.504 ribu orang di tahun 2017.

"Padahal APBD Banten setiap tahunnya mencapai Rp9 triliun lebih. Lalu apa yang sudah dilakukan Pemprov Banten dengan APBD tersebut untuk mensejahterakan rakyat Banten," ucapnya.

Dalam unjuk rasa tersebut para mahasiswa Banten menuntut 9 tuntutan agar Pemprov Banten mengurangi kemiskinan dan pengangguran yakni mewujudkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintah yang bersih, meningkatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan di Banten.

Mahasiswa juga menuntut agar meningkatkan kesejahteraan guru honorer jangan cuma janji politik, menghapus komersialisasi pendidikan, memaksimalkan sarana dan prasaran di Provinsi Banten, mengantisipasi dampak 15 mega proyek strategis di Banten, menyelesaikan konflik agraria dan menjaga identitas dan melestarikan budaya Banten. 




Info dan foto: www.bantennews.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar