Rabu, 25 Oktober 2017


SEJUMLAH petani bawang merah di Pati, Jawa Tengah mengeluh akibat harga bawang merah anjlok. Tak tanggung-tanggung, harga bawang merah tersebut anjlok hingga seratus persen.

Dampaknya, para petani bawang merah merugi hingga puluhan juta rupiah. Hal itu diungkapkan seorang petani bawang merah, Edy Subiono.

"Tahun ini, petani merasakan dampak kerugian yang luar biasa. Padahal, tahun lalu kita masih merasakan untung dengan harga Rp 20 ribu dan bisa menyisakan bawang merah untuk bibit," ungkap Edy, Selasa (24/10).
 
Tahun ini, dia hanya menjual hasil panen bawang merah seharga Rp 10 ribu per kilogram. Artinya, harga jual bawang merah dari petani anjlok hingga seratus persen.

Dengan harga jual tersebut, dia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta sekali tanam. Pasalnya, modal yang harus dikeluarkan untuk operasional bertani sekitar Rp 16 juta utuk dua petak sawah.

Biaya itu belum termasuk sewa lahan sawah, karena dia tidak memiliki lahan sendiri. Sementara pada panen pertama, dia hanya bisa mengembalikan modal operasional tanam.

"Kalau harga stabil, banyak bawang merah dari Bima, NTB masuk ke Pati. Kondisi itu yang menyebabkan hasil petani dari bercocok tanam bawang merah mengalami penurunan yang drastis," imbuhnya.

Dia berharap, pemerintah bisa ikut memberikan solusi supaya harga bawang merah yang anjlok bisa stabil kembali. Dengan demikian, kesejahteraan petani bisa terjamin untuk memasok produksi pangan nasional.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ferry. 

0 komentar:

Posting Komentar