Selasa, 17 Oktober 2017


BANGUNAN eks pujasera di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Gresik, Jawa Timur akhirnya rata dengan tanah. Puluhan petugas kuli bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dengan menggunakan truk membersihkan puing-puing bangunan yang telah dihancurkan oleh alat berat.

Rencananya, eks bangunan pujasera GKB itu bakal difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Sementara puluhan pedagang kali lima, atau PKL yang menempati bangunan tersebut disuruh pindah ke lokasi di eks terminal angkutan kota di sisi sebelah selatan.

"Pembongkaran bangunan eks pujasera GKB sosialisasinya sudah lama kami lakukan. Bahkan, kami sudah mengirim surat peringatan maupun pemberitahuan agar PKL segera mengosongkan tempat yang dijadikan usaha," kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Usaha Mikro (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono, Selasa (17/10).

Diakui Agus Budiono, proses pembongkaran di eks bangunan pujasera GKB sosialisasinya sebenarnya sudah dilakukan sejak awal September 2017 lalu. Dengan demikian, terkait dengan pengosongan bangunan tersebut sudah lama dan diketahui oleh PKL setempat.

"Total ada 40 stand bangunan yang dibongkar dan, sebagian dari mereka ada yang pindah ke tempat lain," tuturnya.

Ia menjelaskan, kewenangan pembongkaran di eks pujasera GKB ada di tangan Bagian Aset Badan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik. Pasalnya, badan tersebut yang memiliki aset. Sedangkan Diskoperindag Gresik sifatnya hanya berkordinasi saja.

"Karena aset bangunan itu kewenangannya di BPPKAD maka instansi tersebut yang nantinya melakukan kalkulasi biayanya," tandas Agus Budiono.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar