Selasa, 17 Oktober 2017


SEJUMLAH masyarakat mengeluhkan saluran irigasi di Kecamatan Tirtayasa‎, Kabupaten Serang, Banten yang saat ini mengering dan dipenuhi sampah. Parahnya, kondisi memprihatinkan ini sudah terjadi selama belasan tahun, dan belum ada penanganan serius.

Anton Susilo, aktivis lingkungan dari Riung Hijau mengatakan, mengeringnya saluran Irigasi di Kecamatan Tirtayasa ini tak lain karena adanya pembagian air yang tidak merata di wilayah hulu Bendung Pamarayan. Dimana 70 persen diduga disalurkan ke industri dan 30 persen disalurkan untuk masyarakat.

"Pembagian air tak merata‎, lihat saja industri-industri itu kebanyakan ngambil air dari sungai. Ini sudah terjadi selama belasan tahun," kata Anton, Selasa (17/10).

Melihat kondisi ini, ia berharap Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) yang memiliki kewenangan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang agar melakukan kontrol ke industri. Karena jika ini terus dibiarkan, masyarakat akan semakin kesulitan mendapatkan air bersih untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kami terus berupaya komunikasi sama pihak terkait. Masyarakat selama ini mengandalkan dari sungai kalau gak tercemar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang‎, Hatib Nawawi saat dikonfirmasi mengaku bahwa saluran irigasi tersebut adalah kewenangan BBWSC3. Oleh karena itu Pemkab Serang tidak bisa berbuat banyak.

"Oh, itu kewenangan balai (menyebut BBWSC3-red), iya nanti kita disalahin BPK (kalau memperbaiki irigasi tersebut-red)," pungkasnya. 




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Bowo. 

0 komentar:

Posting Komentar