Selasa, 31 Oktober 2017


DUA ruang SDN Cibeureum, kelas 5 dan 6, di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat roboh ketika dilanda hujan deras, Selasa (31/10).

Beruntung dalam bencana ini tidak memakan korban jiwa lantaran ambruknya dua bangunan itu terjadi sekira pukul 02.30 WIB. Selain diduga karena guyuran hujan, ambruknya ruang kelas itu juga akibat kondisi bangunan sudah rapuh lantaran termakan usia alias uzur.

Kepsek SDN Cibereum, Robbayani membenarkan peristiwa dua ruang kelas sekolahnya ambruk. Dikatakannya, hampir semua ruang kelas sekolahnya memang memprihatinkan. Dari delapan ruang, kini tinggal enam ruang yang ada.

"Kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan saat ini. Tapi sebagian siswa terpaksa harus digabung dengan siswa lainnya atau bergabung. Kami akan upayakan agar jangan sampai para siswa belajar di tenda darurat," ungkapnya saat dihubungi wartawan, Selasa siang.

Robbayani menuturkan lokasi sekolahnya cukup berdekatan dengan perusahaan tambang pasir besi, PT Sumber Baja Prima (SBP). Maka itu, ke depannya dia berharap sekolahnya direlokasi agar proses KBM tidak terganggu aktivitas pertambangan berupa debu dan suara bising.

"Pengajuan bantuan kepada pihak dinas pendidikan sudah diajukan, namun terganjal proses ruislag yang rencananya akan dilakukan PT SBP," imbuhnya.

Yangyang, 32, warga setempat menuturkan suara ambruknya atap ruang kelas itu cukup keras. Sehingga mengagetkan warga sekitar hingga terbangun.

"Saat kejadian ambruk ruang kelas itu pas hujan. Suaranya keras sampai-sampai warga terbangun dan mencari sumbernya. Ternyata bangunan sekolah roboh," terangnya.

Sepengetahuan dia, dua ruang kelas itu selama ini masih dipakai untuk KBM meskipun kondisinya memprihatinkan.

"Alhamdulillah tak ada korban. Ngga ngebayangin kalau kejadiannya siang hari," ungkapnya.




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar