Selasa, 24 Oktober 2017


SATU Rumah milik Basith Djoma Warga Perumahan Cipunten Agung Blok C5 No 9, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang ambruk tertimpa reruntuhan tembok Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) Bahari, Labuan, Banten. 

Pemilik menuturkan, peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (22/107) kemarin sekitar pukul 03.00 WIB, tembok sekolah tiba-tiba runtuh dan menimpa rumahnya. Akibat kejadian itu ruang tamu dan ruang makan serta perabot miliknya hancur tertimpa puing bangunan. Diduga tembok SKH Bahari yang tidak sesuai spesipikasi menjadi pemyebabnya.

"Kejadiannya Minggu kemarin, tidak ada hujan atau angin tiba-tiba tembok roboh dan menimpa rumah saya, pokonya yang hancur itu ruang tamu, ruang makan, kaca jendela dan perabotan yang ada hancur semua," ungkap pria yang akrab dipanggil Ki Sunda ini, Selasa (24/10).

Usia kejadian, pihak sekolah datang menemui korban dan berjanji akan mengganti kerugian pemilik rumah. Namun Ki Sunda masih bingung apakah pihak sekolah akan mengganti total kerugian ataukah hanya sebatas mengganti atap yang rusak. Sebab diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

"Sudah ada itikad baik pagi usai kejadian kepala sekolah datang ke sini dia mau ganti rugi, cuman saya masih tanda tanya apakah mau diganti total atau hanya sebatas atapnya saja," ungkapnya.

Akibat peristiwa itu, Ki Sunda dan keluarga harus mengungsi sementara kerumah keluarganya karena puing bangunan masih menumpuk dan mememuhi sebagian isi rumahnya. "Sementara saya dan keluarga numpang di rumah mertua," imbuhnya.

Berdasarkan informasi dari Ki Sunda, bangunan milik SKH Bahari Labuan yang sekarang digunakan itu bekas rumah milik warga  yang dibeli oleh SKH Bahari. "Jadi SKH Bahari beli satu rumah milik warga yang sudah jadi terus ditambah temboknya," tutupnya.




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar