Senin, 23 Oktober 2017


PETUGAS dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan kondisi kejiwaan dari Wusito (35), asal Desa Tangulangin, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban yang diduga sebagai pelaku mutilasi terhadap tetangganya sendiri.

Untuk mengetahui kondisi secara pasti kejiwaan dari Wusito yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Muhammad Arifin (6) itu, polisi membawa pelaku ke rumah sakit jiwa. Tes kejiwaan itu sendiri akan dilakukan di rumah sakit jiwa (RSJ) Menur Surabaya, Senin (23/10).

Dari pantauan dengan pengawalan ketat dari anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban, Wusito diberangkatkan ke RSJ Menur siang ini. Untuk membawa ke rumah sakit jiwa, Polres Tuban bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tuban.

"Kita koordinasi dengan Dinsos dan juga Muspika setempat untuk melakukan tes kejiwaannya. Ini sudah kita berangkatkan ke Menur Surabaya," terang AKP Muhammad Wahyudin Latief, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Selain dikawal ketat oleh anggota UPPA Sat Reskrim Polres Tuban, pelaku dugaan pembunuhan terhadap bocah SD itu juga di dampingi oleh orang tuannya dan juga perangkat desa setempat. Saat akan dinaikkan ke dalam mobil, Wusito sempat berusaha menolak lantaran diduga takut.

"Untuk hasilnya ini secepatnya kita akan koordinasi dengan pihak rumak sakit Menur. Karena kita juga harus segera berkoordinasi dengan pihak kejaksaan terkait dengan perkembangannya," tambahnya.

Sementara itu, meski sempat berusaha menolak untuk dibawa, pelaku akhirnya berhasil dibujuk untuk ikut naik ke dalam mobil milik Dinas Sosial itu guna di bawa ke rumah sakit jiwa. Sejauh ini pihak penyidik dari Polres Tuban masih belum bisa mencari keterangan dari pria yang bertubu besar itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wusito (35), diduga melakukan pembunuhan terhadap tetangganya sendiri yakni Muhammad Arifin (6), bocah SD asal Desa Tanggulangin, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Sebelum ditemukan tewas dengan kondisi dimutilasi itu, Bocah kelas 1 SD itu telah dinyatakan hilang selama empat hari.




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar