Selasa, 26 September 2017


PULUHAN warga Desa Kepuh Pandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menutup jalan akses menuju galian C di desa setempat. Pasalnya, akses jalan yang digunakan truk yang akan mengangkut pasir dan batu dari lokasi galian merupakan tanah milik warga.

Warga menilai, beberapa tanah milik warga diserobot tanpa persetujuan untuk akses menuju lokasi galian C. Akibatnya, puluhan warga melakukan penutupan paksa jalan akses menuju galian C dan mendapatkan perlawanan dari beberapa perangkat desa.

Sehingga aksi adu mulut tak bisa di hindarkan, namun beruntung hal tersehut bisa diredam pihak kepolisian yang melakukan penjagaan di lokasi. Warga menuturkan jika, akses jalan tersebut awalnya merupakan tanah warga yang sepakat dibuat jalan.

Salah satu pemilik tanah, Asnapun (70) mengatakan, pada tahun 2012 sebanyak 19 warga sepakat membuat jalan dengan menggunakan tanah milik 19 warga tersebut selebar 4 meter. "Tadinya, bilangnya akan digunakan jalan umum," ungkapnya, Selasa (26/9).

Sehingga pemilik rumah tersebut menyetujui, namun seiring berjalannya waktu jalan tersebut digunakan untuk akses jalan menuju galian C. Perusahaan galian C tersebut akan membangun jalan dengan makanan agar bisa dilewati truk dan alat berat.

"Sehingga, 6 warga pemilik tanah termasuk saya menolak karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Ada ganti rugi sebesar Rp200 ribu tapi karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal sehingga kami menolak," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kutorejo, AKP Putu Sadia mengatakan, jika aksi warga tersebut terkait masalah pelebaran jalan dan penyerobotan. "Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini karena ada dugaan hanya kesalahpahaman fahaman saja," tuturnya. 




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar