Selasa, 12 September 2017


WARGA dan pemakai kendaraan sepeda motor yang ingin menyeberang Kali Pesanggrahan berbatasan RW 012 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru dan RW 011 Kelurahan Pasir Putih minta Pemkot Depok turun tangan menuntaskan pekerjaan pembuatan jalan alternatif sepanjang 250 meter dengan lebar 3 meter. Pasalnya, sudah hampir satu tahun pembangunan yang dilakukan swadaya belum selesai.

"Kami berharap Walikota Muhammad Idris maupun Wakil Walikota Pradi Supriatna melihat langsung kegiatan pembangunan yang dilakuan swadaya tapi belum juga selesai paling tidak ada perhatian serius dari Pemkot Depok," kata Anhar, warga Kel. Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas.

Jalan tembus alternatif ini untuk mengurangi keresahan warga kompleks perumahan sekitar yang selama ini merasa terganggu dengan hilir mudikan kendaraan yang melintas setiap hari, tuturnya yang mengaku sejak mulai dibangun sampai saat ini Pemkot Depok terkesan tutup mata terhadap kegiatan warga sekitar.

Sementara itu, Ketua RW 012, Rusdi, menambahkan awal kegiatan pembangunan jalan tembus bulan Oktober 2016 lalu dan sampai September 2017 masih banyak yang harus ditambah walaupun dana untuk pembangunan berasal dari swadaya masyarakat yang melintas telah mencapai lebih dari Rp 250 juta untuk membangun jalan alternatif ini. "Panjang jalan sekitar 250 meter dengan lebar 2 hingga 3 meter ini memang masih membutuhkan bantuan berupa pagar pembatas dan pengecoran badan jalan," tuturnya.

Sedangkan, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Depok, Edi Madsuro, mengakui bahwa pihaknya memang telah mengajukan usulan agar ada perhatian dari jajaran Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) setempat untuk membantu meringankan serta menyelesaikan proyek pembangunan jalan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sekitar.

"Saya memamng telah beberapa kali mengajuk dan meminta jajaran Pemkot Depok untuk melihat serta mengecek maupun membantu pembangunan jalan tersebut," tuturnya.




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar