Kamis, 28 September 2017


ULAT bulu yang menyerbu lahan warga di Jalan Mahakam , Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara akhirnya dimusnahkan warga bersama aparat dari Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara. Ini dilakukan karena binatang melata ini sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat.

Kasudin KPKP, Jakarta Utara, Rita Nirmala mengakui pihaknya memusnahkan ulat bulu itu dengan cara menyemprot. Menurutnya, saat ini di lokasi tersebut sudah bersih, meski begitu dirinya minta kepada pemilik lahan supaya secepatnya membersihkan kebon miliknya.

"Selama ini memang di lokasi kondisinya penuh dangan sampah dan banyak tanaman merambat. Akibatnya, lokasi itu menjadi tempat berkembang ulat bulu, makanya pasca penyemprotan ini saya minta lokasi tersebut segera dibersihkan agar nantinya tidak akan ada lagi ulat bulu,"terang Rita Nirmala, Kamis (28/9).

Dalam penyemprotan ini pihaknya mengerahkan satu tim petugas Pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Sudin KPKP. Pemusnahan di lahan seluas sekitar 380 m2 persegi dengan menggunakan jenis parasit.

Sasaran dalam penyemprotan ini mulai dari semak belukar, pepohonan yang menjadi sarang ratusan ribu ulat bulu serta rumah-rumah warga. Ini dilakukan dengan tujuan agar serangan ulat bulu tak meluas.

"Dalam penyemprotan ini sampai radius 100 meter dari lokasi. Ini kami lakukan dengan harapan kedepan tidak akan ada lagi disekitar lokasi ulat berbulu," tambah Rita.

Ketua RW 01 Dalli Mandali mengakui lega akhirnya serangan ulat bulu dapat dihentikan. Menurutnya memang selama empat hari terakhir ini warga resah dengan wabah ulat bulu di lingkungannya.

"Selama wabah ulat bulu ini kami warga mengadakan ronda malam. Kita berjaga-jaga takut menyebar ulatnya. Warga antisipasi menebar garam di depan rumahnya, dengan harapan ulat tidak menyebar kemana-mana" jelas Dalli.

Ketua RW ini juga menambahkan, serangan ratusan ribu ulat bulu yang ada di wilayahnya ini juga mengakibatkan warga mengalami gatal-gatal. Bahkan kondisi ini juga sudah dilaporkan sejak Senin 25 September 2017, namun baru sekarang di respon.

Terkait sampah yang ada di lokasi tersebut, pihaknya juga sudah minta kepada pemiliknya Ujang Roki,58 untuk segera membersihkan. "Sekarang pemilik lahan tersebut sudah berjanji hari ini sampah yang ada di lokasi akan dibersihkan," terangnya. 




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ibnu.



0 komentar:

Posting Komentar