Selasa, 26 September 2017


RATUSAN sopir angkutan kota (angkot) dari sejumlah trayek  berunjuk rasa ke Balai Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (26/9). Aksi itu untuk menuntut Pemkot Sukabumi agar menutup angkutan berbasis aplikasi olnine atau dalam jaringan (daring).

Akibat mogoknya ratusan angkot, sejumlah penumpang terlantar.  Sejumlah armada dari Sat Pol PP, dishub, kepolisian, dan beberapa ormas sejak pagi hari turun mengangkut calon penumpang.

Sopian, 33, sapir angkot jurusan Sukabumi-Cisaat mengaku akhir-akhir ini pendapatannya menurun lantaran penumpang sepi. Antara pendapatan dan pengeluaran untuk membayar  KIR, trayek, setoran, dan lainnya kini sudah tidak sebanding.

"Kami minta  angkutan online ditutup, kalau mau bersaing ya harus sehat. Pemasukan kami berkurang terus setelah adanya angkutan online ini," keluhnya.

Para sopir angkot yang mogok narik itu di antaranya  jurusan Sukabumi-Cisaat, Bhayangkara-Kota Sukabumi, Goalpara-Pasar Statsiun,  Sukaraja-Sukabumi dan Sukabumi-Nangeleng.  




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar