Senin, 25 September 2017

AKTIVITAS penambangan galian C ilegal di Grobogan kembali makan korban jiwa. Seorang warga Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, bernama Ngatmin (64), dilaporkan meninggal akibat tertimpa runtuhan bebatuan saat melakukan aktivitas penambangan, Sabtu (23/9).

Informasi yang didapat menyebutkan, saat itu, korban melakukan aktivitas penambangan pada lokasi galian C ilegal di Tugulasi Selatan Desa Mrisi bersama dua anaknya. Penambangan batu dilakukan dengan peralatan manual berupa linggis dan cangkul.

Tidak lama berselang, ada beberapa bongkahan batu sebesar kelapa yang berjatuhan dari atas tebing. Melihat kejadian itu, ketiga orang itu berupaya untuk menyelamatkan diri.

Namun, nahas bagi Ngatmin. Beberapa bongkahan batu itu masih sempat menimpa bagian tubuhnya.

Kedua anaknya dibantu warga kemudian berupaya melarikan korban ke sebuah klinik kesehatan di Desa Jeketro, Kecamatan Gubug untuk mendapatkan perawatan. Namun, beberapa jam kemudian, korban mengembuskan nafas terakhir.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana saat dimintai komentarnya membenarkan adanya peristiwa itu. Korban menambang secara ilegal di tanah yang dikuasai negara.

"Dia menambang sendiri tanpa dikoordinir pada tanah yang statusnya milik negara. Jadi tidak ada unsur pidana dalam kejadian itu," ungkapnya.

Pada bulan Agustus tahun 2016 lalu, di lokasi yang sama juga sempat terjadi musibah serupa. Dalam peristiwa itu, seorang warga Mrisi bernama Ahmad Sodikin (36) tewas setelah tertimpa bebatuan.

Camat Taggungharjo Djoko Mulyono menyatakan, setelah kejadian tahun 2016, lokasi penambangan sudah tutup. Pihak Muspika Tanggungharjo sebelumnya juga sudah berulangkali memperingatkan warga sekitar agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan galian C ilegal.

"Di sekitar lokasi juga kita pasang papan pengumuman supaya tidak melakukan penambangan. Namun, sebagian warga tidak mengindahkan peringatan ini sehingga ada lagi korban jiwa dari aktivitas penambangan," jelasnya.

Korban jiwa akibat aktivitas penambangan ilegal juga terjadi di Desa Temurejo, Kecamatan Karangrayung, Rabu (7/6) lalu. Satu warga Dusun Condrogeni, Desa Temurejo, bernama Sutekno dinyatakan tewas setelah sebelumnya tertimpa bongkahan batu sekitar pukul 15.30 WIB. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit namun korban akhirnya meninggal.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar